23 May 2020, 10:29 WIB

Pemprov Sumut Siaga Hadapi Kemungkinan Terburuk Saat Lebaran


Yoseph Pencawan | Nusantara

PEMERINTAH Provinsi Sumatra Utara mengklaim telah memersiapkan berbagai langkah antisipasi untuk menghadapi kemungkinan terburuk yang bisa terjadi saat Lebaran dan setelahnya. Wakil Gubernur Sumatra Utara, Musa Rajekshah mengatakan, seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) akan bekerja maksimal mempersiapkan kelancaran perayaan Idul Fitri 1441 H dalam suasana darurat pandemi korona.

"Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Sumut juga sudah memersiapkan kemungkinan terburuk," ujarnya Sabtu (23/5).

Dinas Kesehatan Provinsi serta kabupaten dan kota juga telah mempersiapkan kemungkinan terburuk dalam penanganan covid-19 dari sisi armada ambulans dan sebagainya. Dalam suasana Lebaran tahun ini Pemprov Sumut juga memersiapkan posko-posko yang dilengkapi dengan standar protokol kesehatan. Pada lokasi jalan-jalan yang rawan, Pemprov Sumut melalui Dinas Binamarga telah menyiapkan alat berat di 12 posko.

Khususnya di wilayah-wilayah yang berpotensi terjadinya longsor seperti di Gunungtua, Tapanuli Selatan, Mandailing Natal dan Dairi. Untuk ketersedian bahan pangan, terutama beras, Pemprov Sumut memastikan daerahnya memiliki stok yang cukup untuk memenuhi kebutuhan dalam suasana Lebaran, bahkan hingga tiga bulan ke depan.

baca juga:  ASN Diduga Memasukkan Dua Anaknya Sebagai Penerima BST

Memang sebelumnya sempat terjadi kenaikan harga bawang merah hingga mencapai Rp50 ribu per kg. Namun dengan datangnya bawang merah dari Brebes, Jawa Tengah, saat ini lonjakan harga sudah dapat ditekan menjadi Rp40 ribu per kg.Namun dari pantauan Media Indonesia di beberapa pasar tradisional di Kota Medan, harga bawang merah dijual Rp60 ribu per kg. (OL-3)


 

BERITA TERKAIT