23 May 2020, 09:22 WIB

Papua Barat Inginkan Karantina Terpusat


Martinus Solo | Nusantara

SATGAS Covid-19 Provinsi Papua Barat telah merencanakan tempat karantina terpusat.Dua dari empat tempat Karantina tersebut segera digunakan.

"Ada empat tempat karantina yang kami siapkan, yaitu Rumah Sakit Provinsi Papua Barat, Gedung Balai Latihan Koperasi (Balatkop) di Sowi, Balai Diklat Andai dan ex Balai Latihan Kehutanan BLK Sanggeng. Dari 4 itu dua sudah siap digunakan, bahkan RS Provinsi sudah aktif sejak beberapa waktu lalu. Sedangkan Balatkop di sowi yang baru akan digunakan," ujar  Ketua Harian Satgas Covid-19 Provinsi Papua Barat, Derek Ampnier, Sabtu (23/5).

Rumah sakit Provinsi sebagai tempat karantina khusus bagi pasien yang positif covid-19 sudah digunakan. Sedangkan fasilitas penunjang di Balatkop Sowi saat ini telah siap diapaki. Sedangkan Balai Diklat dan ex BLK Sanggeng sementara dalam proses. 
 
"Nanti kita duduk bersama dengan masyfakat sekitar. Ini kan faktor eksternal yang perlu juga dipersiapkan karena strategi untuk percepatan memutus mata rantai covid ini adalah karantina terpusat," ujar dia.
 
Terkait tempat karantina ini, lanjut Derek, sebenarnya sudah direncanakan Pemprov Papua Barat sejak jauh hari. Hanya aspek sosialnya yang harus diamankan bersama masyarakat sekitar tempat karantina. 

"Tidak bisa serta merta langsung menggunakan tempat karantina tanpa duduk bersama dengan masyarakat sekitarnya, guna mengantisipasi terjadinya konflik sosial," tambahnya.

Sebelumnya, Bupati Manokwari, Edi Budoyo mengatakan pihaknya masih berharap kepada Pemerintah Provinsi Papua Barat melalui gugus tugas penanganan covid-19.

baca juga: Polres dan Kodim Klaten Bantu Sembako untuk Seniman

 "Nanti ketika dilakukan rapid tes dan pengambilan swab pasti pasien positif covid-19 meningkat sehingga mau tidak mau, suka tidak suka harus dilakukan harus dilakukan karantina terpusat. Tetapi untuk lokasi karantina terpusat itu kami berharap kepada Pemerintah Provinsi Papua Barat," kata Bupati Manokwari.

Kabupaten Manokwari belum adantempat untuk disiapkan sebagai lokasi karantina klasifikasi ODP, PDP maupun OTG, selain RSUD Provinsi Papua Barat. Alasannya peralatan masih terbatas. (OL-3)
 

BERITA TERKAIT