23 May 2020, 08:11 WIB

GMKI Tengarai Adanya Kecurangan Bansos Sembako


Apul Iskandar | Nusantara

KOORDINATOR Wilayah 1 Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI), Gito M Pardede mengungkapkan dari hasil penelusuran GMKI terhadap pembagian sembako dalam program jaring pengaman sosial di Sumatra Utara ada dugaan kecurangan. Ia menyebutkan masih ditemukan paket sembako dengan harga tidak sesuai dengan ukuran. Pernyataan itu terkait dengan temuan bansos yang dibagikan di Kabupaten Simalungun, jumlahnya dikurangi. 

"Kondisi semakin sulit, penggunaan anggaran tahap pertama sekitar Rp500 miiar sudah diturunkan. Namun kami masih melihat bantuan untuk masyarakat akibat covid-19 dikurangi sampai puluhan ribu per paketnya," kata Gito di Pematangsiantar, Jumat (22/5).

Ia menyebutkan saat menyalurkan bansos dari GMKI sembari mengecek bansos pemberian pemerintah, ditemukan setiap paket sembako disunat Rp25.000-Rp40.000. 

"Volumenya tidak pas atau dikurangi timbangannya," kata Gito. 

Aktivis pemuda Kristen ini menyebut bahwa harga setiap paket sembako tidak sesuai dengan ukuran setiap itemnya. Gito menilai setiap paket sudah dikurangi volumenya. 

"Kalau bantuan dari pemerintah masih kita temukan itu di lapangan, kita sembari mendistribusikan bantuan dari GMKI juga check paketan sembako dari pemerintah yang diterima masyarakat. Saya rasa ini mainan yang pegang proyek dan kontraktornya (penyedia sembako). Kalau dihitung lagi ada keuntungan sekitar Rp25.000-Rp40.000 setiap paket. Ya karena dikurangi tadi volumenya atau timbangannya enggak pas."

baca juga: Relawan Satgas Covid-19 Kota Sorong Dapat Perlindungan Sosial

Gito meminta Pemerintah Provinsi Sumut menarik semua bantuan tersebut dan harus dilakukan pengecekan kembali isi dan ukuran (volume) di tiap paketannya. Ia juga meminta agar pemerintah transparan dalam pengelolaan anggaran Bansos dimasa penanganan Covid-19 ini. Pemprovsu juga perlu mengawasi proses pengepakan paket sembako agar kejadian seperti ini tidak terulang kembali. (OL-3)

BERITA TERKAIT