23 May 2020, 04:25 WIB

Mourinho: Saya Kabur Dari Inter Milan


Widhoroso | Sepak Bola

JOSE Mourinho mengakui dirinya melarikan diri dari para pemain Inter Milan selepas membawa mereka menjuarai Liga Champions pada 2010 silam, Hanya beberapa hari berselang, pelatih asal Portugal itu sepakat dengan Real Madrid untuk mengikat kontrak.

Kepindahannya ke Santiago Bernabeu itu sebetulnya sudah tercium di laga final Liga Champions 2010. Ia diketahui tidak kembali ke ruang ganti Inter setelah seremoni penyerahan trofi. Di luar stadion selepas laga, Mourinho juga terlibat pembicaraan penuh isak tangis dengan bek Inter Marco Materazzi.

"Ketika saya mengucapkan salam perpisahan dengan Materazzi, saya merasa seperti memeluk satu per satu pemain Inter. Saya berusaha menghindari hal itu," ungkapnya kepada The Athletic.

"Saya berada di lapangan bersama mereka, merayakan kemenangan ini dan meraih medali serta trofi. Namun kemudian saya tidak kembali ke ruang ganti karena saya tidak ingin mengucapkan perpisahan. Rasanya sangat sulit," jelasnya.

Mourinho juga membantah saat itru dirinya telah terikat kontrak dengan Real Madrid. Ia mengaku memang telah mencapai kata sepakat dengan Real Madrid namun sama sekali belum menandatangani kontrak.

"Saya memang ingin pindah ke Real Madrid ketika itu. Saya ingin mencoba memenangi liga Spanyol setelah memenangi liga Inggris dan Italia," ujarnya.

"Saya akui memang takut jika kembali ke Milan bersama tim lalu kemudian melihat reaksi pemain dan fan. Saya takut saya tak mampu berpisah dengan mereka. Boleh dikatakan, saya melarikan diri. Saya kabur dari mereka," jelas Mourinho yang menangani Inter Milan selama dua musim.

Beberapa hari kemudian, setelah meneken kontrak bersama Real Madrid, Mourinho akhirnya kembali ke Milan untuk mengucapkan perpisahan secara baik-baik. Ia juga sempat dijamu makan malam oleh presiden Massimo Moratti. (Goal/R-1)

 

BERITA TERKAIT