22 May 2020, 22:43 WIB

Pemerintah tak Larang Warga Berbelanja Baju Lebaran di Pasar


Rudy polycarpus | Humaniora

PEMERINTAH memberi kelonggaran terhadap masyarakat yang ingin membeli baju baru dan barang-barang kebutuhan untuk merayakan Idulfitri kendari

Yurianto menyadari bahwa pergerakan masyarakat tidak serta merta dapat dihentikan secara total. Apalagi berbelanja menjelang hari raya merupakan tradisi masyarakat Indonesia.

Kendati demikian, Yuri menegaskan warga harus tetap menaati rangkaian protokol kesehatan sesuai imbauan pemerintah.

"Tidak ada larangan membeli baju yang baru, tidak ada larangan untuk ke pasar, namun tetap dengan etika sesuai protokol kesehatan, menjaga jarak, menggunakan masker dan mencuci tangan dengan sabun adalah cara yang paling bijak," Kata Yuri melalui konferensi pers di Graha BNPB, Jakarta, Jumat (22/5).

Namun, untuk tradisi lainnya seperti bertamu ke rumah saudara secara fisik dan mudik, ia menyarankan untuk tak dilakukan. "Mari kita lindungi keluarga dengan membiasakan untuk menerapkan protokol kesehatan dalam semua aspek kehidupan," tegasnya.

Yuri menyebut pemerintah telah mengevaluasi mobilitas warga dalam beberapa pekan terakhir. Ia menyadari pergerakan warga yang menjadi faktor utama di dalam penyebaran penyakit tidak serta merta dapat dihentikan, hal itu disebabkan dorongan produktivitas masyarakat.

"Pergerakan sosial, aktivitas sosial keluar rumah, berada di lingkungan, berada di pasar, berada di tempat-tempat pertumbuhan ekonomi misalnya, kemudian melintas batas antar pemerintahan, ini menjadi sesuatu yang tidak mungkin dicegah sepenuhnya," terangnya.

Ia mengimbau masyarakat untuk saling peduli dan menjaga diri serta keluarga masing-masing. Setiap warga harus memiliki kesadaran proteksi kesehatan dalam rangka menjalani tatanan hidup yang baru di tengah pandemi korona. (OL-8).

 

 

 

 

 

 

BERITA TERKAIT