23 May 2020, 05:10 WIB

Bukan Akhir Dari Sebuah Awal


Suryopratomo Dewan Redaksi Media Group | Sepak Bola

DIETER-Hans Flick tidak pernah membayangkan akan ditunjuk sebagai pelatih-manajer klub sebesar Bayern Muenchen. Ia memang pernah bermain untuk klub asal Bavaria itu ketika masih aktif sebagai pemain. Meski pernah menjadi asisten bagi pelatih nasional Joachim Loew di Piala Dunia 2014, Hansi Flick belum teruji untuk bisa menangani klub besar.

Keberuntungan itu ia dapatkan ketika November tahun lalu, Bayern Muenchen bertandang ke kandang Eintracht Frankfurt. Klub bertaburan bintang yang dijuluki Hollywood FC itu berambisi untuk memperpanjang gelar juara untuk kedelapankalinya.

Sebagai mantan pelatih Frankfurt, Nico Kovac tahu bagaimana cara menaklukkan bekas klub asuhannya. Meski bermain di Commerz-Bank Arena, Kovac percaya anak-anak asuhan di Bayern bisa menjinakkan permainan Frankfurt dan meraih kemenangan.

Namun 5 November 2019 itu rupanya menjadi hari nahas Kovac. Baru sembilan menit pertandingan berjalan, ia harus kehilangan salah satu pemain palang pintu di belakang. Jerome Boateng diganjar kartu merah karena menjatuhkan penyerang Frankfurt, Goncalo Paciencia yang sudah dalam posisi mencetak gol.

Keluarnya Boateng dimanfaatkan Frankfurt untuk mencetak dua gol melalui Filip Kostic dan Djibril Sow. Bayern sempat bangkit dan berharap bisa membalikkan keadaan ketika ujung tombak Robert Lewandowski mencetak gol balasan menjelang berakhirnya babak kedua.

Di babak kedua, Bayern bukannya bisa berjaya, tetapi justru terpuruk. Lima menit setelah baba kedua berjalan, David Abraham menaklukkan Kiper Manuel Neuer untuk menyambut umpan matang dari Danny da Costa. Belum hilang kekagetannya, Neuer harus memungut lagi bola dari dalam gawangnya ketika Martin Hinteregger menjebol gawang Bayern 12 menit kemudian.

Klub raksasa Jerman itu harus menelan pil pahit ketika lima menit menjelang bubaran Frankfurt mampu mencetak gol kelima melalui Paciencia. Bayern benar-benar dipermalukan malam itu karena belum pernah kiper terbaik nasional sekelas Neuer kebobolan lima kali dalam satu pertandingan.

“Melihat penampilan dan hasil yang kami raih dalam beberapa pekan terakhir ini, kami merasa perlu untuk mengambil tindakan. Uli Hoeness, Hasan Salihamidzic dan saya sudah berbicara langsung dengan Niko dan dengan berat hati harus melepas dia dari jabatannya. Atas nama FC Bayern saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Niko terutama atas dua gelar yang ia persembahkan di musim lalu,” ujar Presiden Bayern Muenchen, Karl-Heinz Rummenigge ketika itu.

 

Perjalanan baru

Keputusan Rummenigge untuk memberhentikan Niko Kovac menjadi perjalanan baru bagi Hansi Flick. Sebagai asisten pelatih ia dipercaya untuk sementara waktu melanjutkan kepemimpinan sampai ditunjuk pelatih baru yang definir.

Tidak mudah bagi Hansi Flick untuk membangun tim yang sedang terkoyak. Apalagi banyak pemain yang mengalami cedera. Ia tidak bisa mendapatkan pemain pengganti bagi Boateng yang terkena larangan dua kali bermain akibat kartu merah yang diterimanya saat menghadapi Frankfurt.

Mau tidak mau Hansi Flick harus melakukan eksperimen. Ia menempatkan gelandang bertahan Javi Martinez untuk bermain sebagai center-back. Tidak hanya itu, untuk menutupi satu tempat lagi di posisi center-back, ia menggeser bek kiri David Alaba ke tengah.

Eksperimen Hansi Flick ternyata berjalan mulus. Bayern bukan hanya mampu membangun sebuah tim yang baru, tetapi tidak terkalahkan. Dalam 16 kali penampilan sejak ditangani Hansi Flick, Bayern mampu mencetak 60 gol. Bayern merupakan klub yang tidak pernah terkalahkan sepanjang 2020 ini dengan mengumpulkan 34 poin dari kemungkinan 36 poin.

Hansi Flick yang kini diangkat sebagai pelatih resmi Bayern, tidak mau nasibnya seperti Niko Kovac. Pertandingan Sabtu malam ini di Allianz Arena bukan sekadar pertandingan balas dendam, tetapi jangan sampai menjadi akhir dari sebuah awal. Ia mengawali kepemimpinan di klub Bavaria tersebut setelah pertandingan melawan Frankfurt, jangan pula sampai berakhir setelah pertandingan melawan Frankfurt.

Untuk itulah Hansi Flick serius untuk mempersiapkan tim terbaik yang akan ia turunkan. Prinsip “don’t change a winning team” ia terapkan dalam menjamu Frankfurt. Hansi Flick kemungkinan mempertahankan susunan yang ia turunkan saat menundukkan Union Berlin 2-0 pekan lalu.

Empat pemain belakang dipercayakan kepada Benjamin Pavard, Boateng, Alaba, dan Alphonso Davies. Mereka semakin safe untuk menjadi pintu penghalang bagi Kiper Neuer. Kiper tim nasional itu berambisi untuk memperpanjang gawangnya tidak kebobolan. Dalam enam pertandingan terakhir, Neuer tidak pernah sampai kebobolan. Itulah salah satu alasan yang membuat Bayern mau memperpanjang kontrak Neuer sampai 2023.

Dua gelandang bertahan yang juga semakin padu kerja samanya yaitu Joshua Kimmich dan Thiago Alcantara menjadi jangkar yang solid bagi Bayern. Mereka sangat cerdas untuk saling bergantian menopang tiga gelandang serang yang diisi Thomas Mueller, Serge Gnabry, dan Leon Goretzka.

Solidnya lapangan tengah Bayern membuat ujung tombak Lewandowski leluasa untuk mengobrak-abrik pertahanan lawan. Dengan 26 gol yang sudah ia ciptakan, penyerang asal Polandia itu menjadi pemain Bayern yang paling produktif, menyamai prestasi legenda Gerd Mueller.

                             

Menurun prestasinya

Bayern Muenchen diunggulkan untuk bisa membalas kekalahan 1-5 di putaran pertama. Apalagi prestasi Frankfurt grafiknya sedang menurun. Kekalahan 1-3 dari Borussia Moenchengladbach pekan lalu membuat Frankfurt menelan kekalahan keempat berturut-turut, sehingga mereka terpuruk di urutan ke-13 klasemen sementara.

Harapan untuk kembali membuat kejutan memang tidak tertutup. Namun mengharapkan Bayern mengulangi kesalahan yang sama dua kali berturut-turut sepertinya mustahil. Para pemain Hollywood FC ini tentu tidak mau seperti keledai yang terantuk dua kali pada batu yang sama.

Pelatih Adi Hutter harus berpikir keras apabila ingin mengulangi keberhasilan di putaran pertama. Pertama ia harus bisa memancing pemain seperti Boateng untuk kembali membuat kesalahan. Kelambanan Boateng untuk menjaga pergerakan lawan seringkali membuat ia harus diganjar kartu.

Dengan masih cederanya Paciencia dan hukuman larangan bermain yang harus dijalani Dominik Kohr, andalan Hutter tinggal tergantung kepada pemain asal Belanda Bas Dost. Dost yang pernah mempersembahkan dua gelar untuk Wolfsburg pada 2015, mempunyai kemampuan untuk mengganggu Boateng dan membuyarkan kekuatan Bayern.

Memang Dost harus berjuang sendiri di depan. Hutter tidak mau memberi ruangan yang lebar kepada para pemain Bayern untuk menekan mereka. Die Adler akan bermain dengan lima orang di lapangan tengah. Sow akan dibantu oleh Stefan Ilsanker dan Sebastian Rode bertarung di tengah, sedangkan pemain asal Jepang Daiichi Kamada dan pemain asal Serbia Filip Kostic bergerak dari sayap.

Di belakang harapan Frankfurt bertumpu kepada Hinteregger yang dibantu David Abraham menjaga jantung pertahanan. Dua bek sayap akan diisi pemain asal Prancis, Almamy Toure di kanan dan Evan N’Dicka di kanan.

Pekerjaan paling berat harus dipikul Kiper Kevin Trapp. Malam ini ia harus bekerja keras untuk mengamankan gawangnya dari kebobolan. Inilah kesempatan bagi Trapp untuk membuktikan diri sebagai salah satu kiper yang bisa diandalkan Jerman untuk menggantikan Neuer satu saat kelak.

Bagi Bayern pertandingan malam ini merupakan persiapan yang baik untuk menghadapi Der Klassiker. Selasa mendatang Bayern harus bertandang ke Signal Iduna Park untuk menghadapi Borussia Dortmund sekaligus menjadi partai penentu, apakah mereka bisa mencetak rekor menjadi juara Bundesliga untuk kedelapankalinya berturut-turut.

BERITA TERKAIT