22 May 2020, 19:25 WIB

PSBB Banjarmasin Diperpanjang Hingga Akhir Mei


Denny Susanto | Nusantara

Pemerintah Kota Banjarmasin kembali memperpanjang kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di wilayah ibukota provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel). Hasil evaluasi penerapan PSBB di empat
wilayah Kalsel dinilai belum efektif.

Perpanjangan kebijakan PSBB ini secara resmi diumumkan Walikota Banjarmasin, Ibnu Sina. PSBB Kota Banjarmasin tahap III ini berlaku sampai 10 hari ke depan atau sampai tanggal 30 Mei 2020.

Menurut Ibnu, semakin meningkatnya jumlah kasus warga positif terpapar virus covid-19 dan belum efektifnya penerapan PSBB menjadi pertimbangan perpanjangan kebijakan PSBB ini.

"Berdasarkan hasil evaluasi ditemukan banyak catatan baik dari aspek Peraturan Walikota, satuan tugas,
pelaksanaan kebijakan di lapangan seperti di bidang kesehatan, jaring pengaman sosial dan sistem pengamanan kota, juga penegakan hukum," kata Ibnu, Jumat (22/5).

Kebijakan PSBB Kota Banjarmasin mulai diterapkan pada 24 April lalu. Banjarmasin menjadi daerah tertinggi kasus positif virus covid-19 lebih dari 200 kasus.

Baca juga: Tuntuntan Warga Terpenuhi, Bupati Sikka Copot Kades Lela

Ketua Harian Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Korona Kalsel, Hanif Faisol Nurofiq mengatakan hasil evaluasi kebijakan PSBB di empat wilayah, yaitu Kota Banjarmasin, Kota Banjarbaru, Kabupaten Banjar dan Kabupaten Barito Kuala dinilai belum efektif. "Masih banyak kelemahan dalam penerapan kebijakan PSBB ini," ujar Hanif.

Hingga Jumat (22/5) pagi, jumlah kasus positif virus covid-19 di Kalsel mencapai 557 kasus. Ada penambahan 73 kasus dari hari sebelumnya.

Jumlah penderita covid-19 terbanyak berasal dari Kota Banjarmasin, yaitu 205 kasus, disusul Kabupaten Tanah Bumbu 111 kasus, Kabupaten Barito Kuala 53 kasus, Kabupaten Tanah Laut  49 kasusu, dan Kabupaten Banjar 47 kasus.

Tercatat ada sebanyak 424 orang kini tengah menjalani perawatan di rumah sakit atau di lokasi karantina khusus dan karantina mandiri. Ada 77 orang dinyatakan sembuh dan 56 orang meninggal dunia.

Selain itu, ada 938 orang berstatus orang dalam pemantauan (ODP) dan 85 orang berstatus pasien dalam pengawasan (PDP).

Puncak pandemi virus covid-19 di Kalsel diperkirakan terjadi pascaIdul Fitri. (OL-14)

BERITA TERKAIT