22 May 2020, 17:02 WIB

Aksi di Depan Bupati Sikka, Siswa SMP: Kami Rindu Sekolah


Gabriel Langga. | Nusantara

LIMA pelajar SMP Satu Atap Bloro di Desa Bloro, Kecamatan Nita, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, melakukan aksi dan mengadang Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo.

Kejadian itu berlangsung saat Fransiskus melakukan kunjungan kerja di Desa Bloro, Jumat (22/5).

Mereka beraksi dengan mengenakan masker dan membawa spanduk dari kertas karton yang bertuliskan "Kami rindu sekolah", "Kami rindu teman di sekolah", dan "Kami rindu bapak ibu guru".

Baca juga: Jakarta, Jabar dan Jateng Tunjukkan Tren Penurunan Covid-19

Ternyata para siswa tersebut sudah mulai jenuh karena tidak bersekolah sekitar dua bulan sejak pandemi virus korona atau covid-19.

Baca juga: Alasan Putra Hary Tanoesoedibjo Jadi Pemenang Lelang

Melihat aksi sejumlah pelajar itu, Fransiskus menghentikan perjalanan dan menemui mereka.

Fransiskus mengatakan, bangsa Indonesia sedang berupaya menghentikan penyebaran virus covid-19. Untuk itu, semua aktivitas termasuk sekolah dihentikan sementara.

"Yang kalian lakukan bukan aksi tetapi pesan isi hati. Dengan membaca spanduk yang kalian bawah adalah ungkapan isi hati. Adik-adik bersabar dulu," ujar dia.

Baca juga: Lelang Ulang Motor Jokowi Dimenangkan Putra Harry Tanoesoedibjo

Dia menuturkan, pemerintah lagi menyusun protokoler di bidang pendidikan sehingga aktivitas sekolah bisa berjalan di masa pandemi covid-19.

"Kita sementara susun protokoler sekolah. Jadi kalian bisa sekolah tetapi dibatasi. Mungkin ada yang masuk pagi dan ada yang masuk sore. Sehingga di ruangan kelas kalian dibatasi jumlahnya untuk mengikuti proses belajar mengajar," ungkap dia.

Untuk sementara waktu, tambah dia, Dinas Pendidikan telah menyelenggarakan program belajar di rumah lewat radio selama masa pandemi covid-19.

"Untuk sementara ini, kalian belajar di rumah lewat radio," tutup dia.

 

 

BERITA TERKAIT