22 May 2020, 15:40 WIB

Pemerintah Didorong Canangkan Ruralisasi Atasi Pandemi Korona


Mediaindonesia.com | Humaniora

ANGGOTA DPR dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa, Marwan Jafar mendorong pemerintah melakukan ruralisasi di pedesaan selama pandemi Covid-19.

Ruralisasi ialah perpindahan penduduk dari daerah perkotaan yang padat ke daerah pedesaan.

Pasalnya, kata Marwan, gelombang dampak pandemi korona dipastikan  berpengaruh signifikan pada kebijakan ekonomi berbagai negara. 

Program ruralisasi, imbuhnya, mencakup dan menyinegikan beberapa sektor ekonomi produktif atau sektor riil secara komprehensif dan bertahap.
    
"Program ruralisasi ini dapat dimulai dengan menjangkau daerah-daerah potensial, pedesaan dan pesisir dengan tetap mempertimbangkan keseimbangan antara kawasan Timur dan Barat Indonesia, Jawa-luar Jawa dan sebagainya. Sektornya, meliputi perikanan, peternakan, pertanian, perkebunan dengan sentuhan modernisasi dari hulu hingga hilir hingga memakai pendekatan teknologi modren seperti bioteknologi atau transgenik secara bertahap," ujar Marwan lewat pesan singkat, Jumat (22/5).

Berkaca pada kondisi berbagai negara, jelasnya, sektor agrobisnis dan agroindustri yang relatif tidak terdampak oleh pandemi korona.

Terbukti sejumlah negara maju yang sudah lama menangani budidaya, pengolahan serta manufaktur industri perikanan, peternakan, pertanian dan perkebunan secara modern, dapat terus bertahan dan produktif. 

Produktivitas industri mereka sangat mencukupi buat konsumsi domestik dan mampu mengekspor terus-menerus. Ia mencontohkan pengalaman dan produktivitas yang tetap tinggi di sektor agrobisnis-industri, seperti di Jepang, Selandia Baru, Kanada, Finlandia, Australia, Belarusia, Inggris, Perancis, Jerman dan Amerika Serikat.

"Konkretnya, menyusul keberhasilan program pembangunan berbagai infrastruktur yang dikomandoi oleh Kementerian PU PR dan bekerja sama dengan sejumlah BUMN karya, perbankan, kementerian sudah waktunya menggeser fokus pembangunan ke program ruralisasi yang dapat melibatkan mulai dari Kementerian Kelautan Perikanan, Desa-PDTT, Koperasi-UMKM, Pertanian, Perindustrian, Perdagangan, Ristek-Dikti, BPPT hingga kelembagaan seperti LIPI," imbuhnya.

Untuk memaksimalkan program ruralisasi tersebut, Marwan menyarankan adanya pemetaan potensi yang dimiliki masing-masing daerah dan desa. Sehingga, pemerintah tepat dalam mengintervensi program, baik di bidang pertanian, perkebunan, peternakan, nelayan, dan usaha mikro lainnya.

"Selain itu, banyak SDM putra-putra bangsa terbaik di kesemua kementerian serta ratusan atau mungkin ribuan yang pernah disekolahkan ke luar negeri dioptimalkan agar berkarya lebih konkrit, maksimal dan berinovasi terkait program tersebut," tegas anggota Komisi VI DPR ini.  
     
Marwan yang mantan Menteri Desa-PDTT juga meyakini, investor akan melirik program ruralisasi tersebut jika jadi dicanangkan.

"Saya percaya dan optimistis, arah baru kebijakan ke program ruralisasi ini merupakan solusi nyata serta jalan keluar dari jebakan seperti impor-mengimpor beberapa komoditas serta persoalan penting yang menjerat sektor pertanian, peternakan, perkebunan dan perikanan," pungkasnya. (OL-8).

 

BERITA TERKAIT