22 May 2020, 15:30 WIB

Nasib Olimpiade Tokyo di Ujung Tanduk


Akmal Fauzi | Olahraga

PEJABAT senior Olimpiade Internasional John Coates mengatakan pihak penyelenggara Olimpiade Tokyo pada tahun depan akan menghadapi masalah besar karena pandemi covid-19 diprediksi masih terus menyebar.

Persoalan ketidaktersediaan vaksin atau kurangnya stok bila sudah tersedia, bisa jadi masalah bagi penyelenggaraan olimpiade.

“Kami tidak dapat menunda lagi dan harus berasumsi bahwa tidak akan ada vaksin atau jika ada vaksin, tidak akan cukup untuk dibagikan di seluruh dunia,” kata Coates.

“Ada 11.000 atlet yang akan datang, 5.000 pejabat teknis dan pelatih, 20.000 media serta 4.000 yang bekerja menjadi panitia di sana saat ini, akan ada 60.000 sukarelawan yang datang," tambahnya.

Baca juga: Olimpiade Tokyo Mundur, Greysia Polii Tunda Menikah

Dengan kondisi tersebut, Coates pun meminta pihak penyelenggara Olimpiade Tokyo mulai membuat rencana pada Oktober 2020 jika pandemi covid-19 belum mereda hingga pelaksanaan olimpiade nanti.

“Apakah kami perlu mengarantina Olympic Village beserta seluruh atlet? Apakah olimpiade itu nanti bisa ditonton langsung oleh masyarakat? Apa kami perlu memisahkan atlet dengan awak media di mixed zone?” ujarnya.

Adanya indikasi pembatalan sudah mengemuka ke media beberapa hari ini. Ketua Komite Olimpiade Internasional Thomas Bach menyebut Olimpiade Tokyo tidak terselenggara andai tidak berlangsung pada 2021.

Olimpiade Tokyo sedianya akan digelar pada Juli 2020. Namun, pada Maret lalu, IOC dan pihak penyelenggara memutuskan menundanya ke Juli 2021 akibat pandemi covid-19.(AFP/OL-5)

BERITA TERKAIT