22 May 2020, 13:49 WIB

Kemenperin Diminta Setop Izin Khusus Industri Selama PSBB Tahap 3


Putri Anisa Yuliani | Megapolitan

POLITIKUS Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Abdul Aziz meminta Kementerian Perindustrian untuk menghentikan sementara pemberian izin khusus bagi industri yang bergerak di sektor tidak dikecualikan selama Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tahap 3.

Hal tersebut bisa dikatakan sebagai bentuk dukungan pemerintah pusat terhadap PSBB yang dilakukan, bukan hanya Pemprov DKI tetapi juga pemda lain.

"Sebaiknya demikian jika ingin ini menjadi PSBB terakhir," kata Abdul Aziz saat dihubungi Media Indonesia, Kamis (21/5).

Abdul Aziz yang juga Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta bidang perekonomian itu mengungkapkan meski sudah banyak dikritisi berbagai pihak, Kemenperin seolah bergeming. Bahkan sudah ribuan lebih industri yang diberikan izin oleh Kemenperin sejak PSBB pertama dilaksanakan di Jakarta sampai saat ini.

Banyaknya industri bergerak di sektor tidak dikecualikan namun masih beroperasi otomatis membuat mobilitas pekerja di masa PSBB masih cukup besar.

Industri-industri yang diizinkan beroperasi selama PSBB inipun masih abai terhadap protokol covid-19. Hal ini berpotensi tetap bisa menyebarkan virus korona. Target Pemprov DKI yang ingin agar PSBB tahap 3 menjadi terakhir pun bisa gagal.

"Karena di lapangan dari laporan yang saya terima banyak perusahaan yang belum disiplin menerapkan prosedur covid-19," ungkapnya.

Baca juga: Kemenperin Siapkan Bimtek Industri Hadapi 'The New Normal'

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menetapkan perpanjangan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dari 22 Mei hingga 4 Juni.

Ia optimistis, jika warga disipilin, PSBB tahap 3 akan menjadi yang terakhir.

"Insha Allah kalau dalam dua pekan ini kita pantau angka ini bisa di bawah 1, maka ini akan jadi yang terakhir," ungkap Anies.

Selama masa PSBB tahap 3, masyarakat diminta semakin disipilin. Masyarakat diminta tidak keluar rumah tanpa urusan yang penting, tidak berkumpul dan berkurumun, gunakan masker dan segera memelihara hidup bersih.

"Kita pantau dalam dua pekan ini, apakah kurvanya akan datar, naik atau menurun," tegasnya.(OL-5)

BERITA TERKAIT