22 May 2020, 13:39 WIB

Harga Gula Meroket, Kemendag: Distributor Nakal Mainkan Harga


Hilda Julaika | Nusantara

AKHIR-AKHIR ini harga gula putih di pasaran meroket tajam. Bahkan melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp12.500/kg. 

Harga gula di Manokwari mencapai Rp22.000/kg dan di Malang harus dibanderol sebesar Rp16.000/kg.

Kementerian Perdagangan melalui Direktorat Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (Ditjen PKTN) akhirnya membongkar permainan kotor distributor gula yang berdampak pada tingginya harga gula pasir di pasaran.Hingga kini harga gula masih sulit turun ke HET.

Menteri Perdagangan (Mendag) Agus Suparmanto mengatakan melambungnya harga gula pasir lantaran distributor ini sengaja menjual harga gula di atas HET kepada distributor-distributor lainnya hingga mencapai 4-5 jalur distribusi sebelum gula dijual ke pengecer. 

Akibatnya beberapa waktu lalu harga gula di tingkat konsumen melambung hingga Rp18.000/kg dan mencapai puncaknya Rp22.000/kg di Manokwari dan di Malang mencapai Rp16.000/kg.

“Penjualan ini masih harus melewati mata rantai agen dan pengecer sebelum sampai kepada konsumen akhir sehingga HET Rp12.500/kg di tingkat konsumen sulit tercapai. Kemendag akan menyelidiki lebih lanjut temuan ini sebelum dijatuhkan sanksi pencabutan izin usaha dan dibawa ke ranah hukum untuk diberi sanksi,” tegasnya melalui keterangan resmi yang Media Indonesia terima, Jumat (22/5).

Baca juga: Selundupkan Penumpang, Kemenhub Razia 95 Travel Gelap

Sebagai informasi temuan adanya modus ini usah Agus dan Dirjen PKTN Veri Anggrijono mendatangi lokasi penggerebekan gula milik distributor PT. PAP yang berada di gudang produsen PT. Kebon Agung di Jl. Kebon Agung, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Rabu (20/5).

Dalam penggerebakan ini, sebanyak 300 ton gula konsumsi milik distributor pertama ini berhasil diamankan. Jumlah ini hanya sebagian kecil yang bisa diselamatkan. 

Diduga distributor gula ini telah menjual ribuan ton gula ke distributor lainnya hingga beberapa lapis distributor dengan harga Rp13.000/kg, jauh di atas harga acuan konsumen dan bahkan ada yang dijual lintas provinsi di wilayah Indonesia seperti ke Maluku dan Kalimantan.

Mendag Agus menyatakan kejadian di Malang ini terjadi di sejumlah tempat. Modusnya sama, yaitu menjual DO (delivery order) hingga ke beberapa distributor secara berjenjang. Saat ini harga rata-rata nasional juga masih bertengger di atas HET yakni Rp16.500. Jauh di atas HET Rp12.500/kg. Di Malang dan Jawa Timur harga sudah turun Rp15.000/kg meski belum kembali normal.

“Hasil temuan Ditjen PKTN Kemendag ini direncanakan akan dijual melalui Operasi Pasar Gula Pasir ke ritel modern dan pasar rakyat sehingga kami harapkan harga gula bisa segera turun dan normal kembali,” imbuhnya. (A-2)

BERITA TERKAIT