22 May 2020, 12:05 WIB

WFH DKI: 1.387 Perusahaan Menghentikan Operasional Kerja


Insi Nantika Jelita | Megapolitan

Jumlah perusahaan di Jakarta yang telah menerapkan kebijakan work from home (WFH) atau bekerja dari rumah tiap harinya bertambah. Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi (Disnaker) DKI Jakarta Andri Yansyah melaporkan 4.032 perusahaan sudah memberlakukan kebijakan tersebut.

"Dari jumlah tersebut, 1.066.095 pegawai bekerja di rumah," kata Andri dalam laporannya, Jakarta, Jumat (22/5).

Ia juga mengatakan dari 4.032 perusahaan, sebanyak 1.387 dengan 184.406 pegawai menghentikan seluruh kegiatan operasional kerjanya. Lalu, perusahaan yang melakukan pengurangan sebagian kegiatan operasional kerja ada 2.645 perusahaan dengan 882.444 pegawai.

Baca juga: DPRD Minta Anies Tidak Gegabah Longgarkan PSBB

Jumlah perusahaan yang menerapkan WFH bertambah tidak signifikan dalam sehari. Pada Kamis (21/5), perusahaan yang telah melaksanakan kebijakan tersebut sebanyak 4.027 perusahaan dengan jumlah tenaga kerja sebanyak 1.066.444 orang.

Untuk perusahaan yang menyetop kegiatan kerjanya sama jumlahnya. Namun, untuk perusahaan yang melakukan pengurangan sebagian kegiatan operasional kerja ada 2.640 perusahaan dengan 882.038 pegawai.

Disnaker mencatat pada (21/5) ada 1.266 perusahaan dengan 164.682 pegawai yang ditutup sementara .

Perusahaan itu tidak dikecualikan, tapi tetap melakukan kegiatan usahanya, sehingga dilakukan penghentian sementara.

Berikut ini jumlah perusahaan yang ditutup sementara karena melanggar aturan:
- Jakarta Barat 54 perusahaan dengan 1.551 pegawai.
- Jakarta Selatan 51 perusahaan dengan 1.629 pegawai.
- Jakarta Timur 35 perusahaan dengan 4.191 pegawai.
- Jakarta Utara ada 37 perusahaan dengan 7.670 pegawai.
- Jakarta Pusat 33 dengan 2.320 pegawai.
- Kepulauan Seribu tidak ditemukan. (OL-14)

 

BERITA TERKAIT