22 May 2020, 13:00 WIB

Harga Daging Mameugang Hari Pertama Tembus Rp180.000 per Kg


Amiruddin Abdullah Reubee | Nusantara

HARGA daging di hari mameugang pertama menjelang Lebaran Idulfitri 1441 H, pada Jumat (22/5) pagi, di kawasan Provinsi Aceh berkisar Rp170.000-Rp180.000 per kilogram (kg). Mameugang adalah hari tradisi konsumsi lauk daging di Aceh.

Berbagai status sosial masyarakat pada hari itu mengkonsumsi gulai daging. Kaum miskin dan orang lanjut usia biasanya mendapatkan bantuan daging mameugang dari orang kaya atau anggota kelarga yang berkemampuan.

Tingginya harga itu sangat terasa terhadap warga setempat. Apalagi sekarang konsumen juga berhadapan dengan kasus pandemi Corona Virus Desease-19 (Covid-19).

Pengamatan Media Indonesia, di pasar Garot, Kecamatan Indrajaya, Kabupaten Pidie, misalnya harga daging kerbau tembus pada level Rp180.000 per kg, sedangkan harga danging sapi Rp170.000 per kg.

"Kalau harga dikurangi lagi, dikhawatirkan akan rugi. Karena harga kerbau dan sapi sangat mahal," kata Abdullah, seorang pedagang daging di Pasar Garot, kepada Media Indonesia, Jumat (22/5) pagi.

Walaupun harga tinggi, warga tetap membeli daging pada hari mameugang. Untuk memadai kebutuhan keluarga, bagi warga ber ekonomi rendah biasanya menutupi dengan daging ayam. Karena harga ayam di Aceh lebih rendah dari daging sapi dan kerbau.

Baca juga: Wamenag Imbau Masyarakat Kumandangkan Takbir dari Rumah

Lebih mahalnya harga daging kerbau dibandingkan daging sapi, karena warga di bumi berjulukan Serambi Mekkah itu lebih suka mengkonsumsi kerbau. 

Konon menurut para ibu rumah tangga setempat daging kerbau lebih lama bertahan rasa enaknya ketika dimasak menggunakan bumbu rempah Aceh.

Kemudian lauk daging kerbau lebih disukai oleh orang lanjut usia yang kondisi kesehatannya sudah menurun.

"Kalau untuk Kabupaten Pidie, Pidie Jaya dan kawasan pantai barat selatan Aceh lebih laku daging kerbau. Khusus Aceh Utara, Bireuen, Aceh Timur, Langsa dan Aceh Tamiang banyak juga meminati dahing sapi" tutur Nurbaiti,

pemerhati masalah sosial keluarga di Aceh. (A-2)

BERITA TERKAIT