22 May 2020, 08:05 WIB

PSBB, Mal Padat Pengunjung


NURUL HIDAYAH | Nusantara

PADA hari kedua perpanjangan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Kota Cirebon, Jawa Barat, sejumlah pusat perbelanjaan dan toko sandang dipadati pengunjung. Penegakan hukum atas kebijakan PSBB penting dilakukan untuk memberi efek jera demi mengurangi bahkan memutus penyebaran covid-19.

Kepadatan pengunjung, antara lain, terlihat di Cirebon Superblok (CSB), kemarin. Puluhan orang dengan mengenakan masker antre untuk bisa memasuki mal itu dengan terlebih dahulu mencuci tangan dan pemeriksaan suhu tubuh. Karena banyaknya pengunjung, tenant di dalam mal membatasi jumlah pengunjung. Pita merah langsung dipasang di depan pintu masuk ketika jumlah pengunjung terlalu padat. PSBB di Kota Cirebon yang semula berlangsung mulai 6 hingga 19 Mei diperpanjang mulai 20 Mei hingga 2 Juni mendatang.

"Pada PSBB kedua ini, kami memang memperketat jumlah pengunjung yang masuk," kata Mall Manager CSB Adwin Nugroho. Mal yang berkapasitas 32 ribu hingga 35 ribu pengunjung kali ini hanya boleh dikunjungi sekitar 18 ribu orang.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Cirebon, Edy Sugiarto, mengaku kota itu dikeliling oleh daerah pandemi covid-19 level merah, sedangkan Kota Cirebon berada di level kuning. Sementara itu, tim gabungan gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 Kabupaten Agam, Sumatra Barat, menggiring 78 warga ke Kantor Polres Agam karena melanggar PSBB, Rabu (20/5) malam. Mereka antara lain bergerombol di kedai-kedai.

"Mereka tidak mengindahkan aturan PSBB, antara lain berkumpul di warung-warung, tidak mengenakan masker, dan tidak menjaga jarak," kata Kabag Ops Polres Agam Ajun Komisaris Antonius Dachi.

Guru Besar Politik dan Keamanan Universitas Padjadjaran Bandung, Muradi, mengatakan PSBB di sejumlah daerah yang kini diperpanjang lagi harus diiringi dengan ketegasan. Dalam diskusi bertajuk Dinamika Keamanan Dalam Negeri pada Masa Pandemi Covid-19 dalam Perspektif Keamanan Nasional di Bandung, ia mengatakan penegakan hukum penting dilakukan agar penerapan kebijakan itu memberi efek jera sehingga akan mengurangi bahkan memutus penyebaran covid-19.

Berdasarkan hasil kajiannya, indeks keamanan pada masa pandemi covid-19 berada pada angka 0,47 dari rentang penilaian 0-1. Angka ini muncul dari sejumlah para meter yang dihitungnya, seperti pergerakan masyarakat, konsentrasi massa, ketersediaan kebutuhan dasar, penegakan) hukum, perluasan pandemi, dan koordinasi kelembagaan.

BERITA TERKAIT