22 May 2020, 08:03 WIB

Harga Emas Berjangka Jatuh US$30,2 karena Investor Ambil Untung


Antara | Ekonomi

HARGA emas berjangka jatuh lebih dari satu persen pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), karena investor merealisasikan keuntungan mereka dari kenaikan baru-baru ini.

Investor memilih beralih ke mata uang tunai yang aman, didorong oleh meningkatnya ketegangan perdagangan AS-Tiongkok dan keraguan tentang pemulihan ekonomi.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Juni di divisi COMEX New York Mercantile Exchange, merosot US$30,2 atau 1,72%, menjadi ditutup pada US$1.721,9 per ounce.

Emas berjangka naik US$6,5 atau 0,37% menjadi US$1.752,1 per ounce pada akhir perdagangan Rabu (20/5) dan terangkat US$11,2 atau 0,65% menjadi US$1.745,60 per ounce pada Selasa (19/5), bangkit dari kerugian sebelumnya.

"Ekuitas secara signifikan overbought, banyak uang mengalir ke industri teknologi, jadi ada ketakutan perdagangan di sana ketika Anda mulai melepasnya ... Emas akan berada di bawah sedikit tekanan ketika orang-orang mencoba dan meningkatkan modal," kata Phil Streible, kepala strategi pasar di Blue Line Futures di Chicago.

"Tapi itu bukan lempar handuk (situasi). Itu hanya mundur, itu saja."

Indeks-indeks utama Wall Street melemah karena meningkatnya ketegangan AS-Tiongkok dan kekhawatiran tentang pemulihan dari kemerosotan ekonomi akibat virus korona merusak sentimen. Ukuran ketakutan Wall Street sempat naik 30 poin selama sesi ini.

Baca juga: Bank Mandiri Tetap Beroperasi Secara Terbatas Jumat Ini

Emas kadang-kadang bergerak seiring dengan ekuitas tahun ini, terutama karena aksi jual tajam mendorong investor untuk menjual logam untuk uang tunai atau untuk menutupi margin call.

Juga membebani emas adalah penguatan dolar, yang telah menjadi saingan safe haven  di tengah meningkatnya ketegangan perdagangan AS-Tiongkok.

Tetapi penurunan terbaru dalam emas juga didorong oleh aksi ambil untung setelah kenaikan kuat baru-baru ini, kata para analis, dengan logam telah melonjak ke level tertinggi sejak Oktober 2012 di US$1.764,55 awal pekan ini.

"Namun, jumlah besar sekali stimulus moneter dalam sistem, kebutuhan itu berlanjut untuk beberapa waktu dan risiko inflasi semuanya bullish untuk emas dalam jangka panjang," kata analis OANDA, Craig Erlam.

Pembuat kebijakan Federal Reserve AS mengakui kemungkinan langkah-langkah dukungan lebih lanjut jika penurunan ekonomi berlanjut.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Juli turun 66,7 sen atau 3,7%, menjadi ditutup pada US$17,364 per ounce. Platinum untuk pengiriman Juli jatuh US$68 atau 7,28 persen, menjadi menetap pada US$866,5 per ounce. (A-2)

BERITA TERKAIT