22 May 2020, 02:45 WIB

Tidak Mudik, Dua Prajurit TNI AL Bantu Warga Pesisir di Flotim


Ferdinandus Rabu | Nusantara

KEPRIHATINAN terhadap kondisi ekonomi warga yang terpuruk akibat Covid-19 ditunjukkan dua orang prajurit TNI Angkatan Laut (AL) yang bertugas di Pos Angkatan Laut (Posal) Kabupaten Floress Timur (Flotim), Provinsi Nusa tenggara Timur. Karena tidak jadi mudik, Serka Muhammad Sangidun dan Kopda Damianus L Hera menyisihkan sebagian penghasilan mereka dengan membeli paket sembako yang dibagikan kepada warga pesisir yang mengalami kesulitan ekonomi.

Kedua prajurit TNI AL tersebut memberikan bantuan kepada sejumlah warga desa di wilayah pesisir yaitu di Dusun Meko, Desa Pledo, Kecamatan Witihama, dan di Dusun Belle, Desa Waibura, Kecamatan Adonara Timur. Tidak hanya di daratan pesisir, para nelayan yang ditemui di tengah laut pun ikut mendapatkan bantuan paket sembako yang dibagikan langsung dari atas kapal.

Serka Muhammad Sangidun, yang menjabat Kepala Pos Angkatan Laut (Danposal) Flores Timur, mengatakan sengaja menyisihkan dana yang dipakai untuk mudik agar bisa membantu warga yang mengalami kesulitan ekonomi akibat dampak Covid-19.

"Kita tidak mudik, sehingga uang mudik kita sisihkan dan kumpulkan untuk beli paket sembako yang dibagikan kepada warga yang butuh. Ada 70 paket sembako yang terkumpulkan. Paket sembako itu terdiri atas beras 5 kilogram, mie instant, minyak goreng, gula pasir, kopi, teh, dan susu," jelas Sangidun.

Untuk saat ini, ujarnya, sasaran bantuan adalah bagi warga pesisir di dua desa. "Kami sadar bantuan kami masih terbatas, namun itu sebagai bentuk kepedulian kami terhadap warga untuk saling berbagi kasih di tengah pandemi covid-19 ini," jelas Sangidun.

Sejumlah warga mengaku senang menerima bantuan tersebut. Warga bersyukur karena di tengah keterpurukan ekonomi akibat Covid-19, mereka justru dibantu sehingga mampu meringanakan kesuliatn ekonomi warga pesisir.

"Syukur dan terimakasih kepada prajurit TNI Angkatan Laut. Paket sembako ini sangat membantu kami saat ini. Covid-19 membuat aktivitas kami terbatas. Penghasilan kami dari laut pun sangat menurun. Terima kasih karena sudah melihat kondisi dan berbagi dengan kami di sini," ungkap Junaida Sara, warga Dusun 3 Meko, Desa Pledo.

Warga lainnya, Halima Deran yang merupakan janda asal Dusun Belle, Desa Waibura juga tampak senang atas bantuan yang diberikan di saat ekonomi keluarga sangat sulit akibat covid-19. "Saat ekonomi sulit seperti sekarang, ternyata masih ada perhatian dan bantuan bagi kami. Terimakasih bapak TNI Angkatan Laut. Bantuan ini sangat berarti sekali," ungkap Halima. (R-1)

 

BERITA TERKAIT