22 May 2020, 02:25 WIB

Inovasi akan Jadi Kunci UMKM Bertahan Selama Pandemi


Palce Amalo | Nusantara

KEPALA Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia Nusa Tenggara Timur, I Nyoman Ariawan Atmaja menyebutkan inovasi akan menjadi kunci utama usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) bertahan di tengah pandemi korona. Program ini akan melibatkan berbagai sektor terutama antara lain  pemerintah daerah seperti dinas UMKM dan akademisi.

"Untuk itu, kita segera bikin program 'survive' UMKM selama covid ini. "Pertama, bangun semangat dulu, bagaimana bisa bangkit dari kondisi yang agak susah saat ini," katanya di Kupang, Kamis (21/5).

Menurut Nyoman, pihaknya akan menyiapkan sejumlah program, misalnya UMKM bisa melakukan inovasi memproduksi sayuran atau ikan. Dengan melakukan inovasi, pelaku UMKM di NTT diharapkan bisa melalui masa sulit ini.  

Nyoman mengatakan program itu dikucurkan karena kontribusi UMKM terhadap produk domestik regional bruto (PDRB) NTT mencapai 99%. Terpukulnya sektor UMKM akibat pandemi korona akan berdampak terhadap perlambatan ekonomi.

Selama triwulan I 2020, perekonomian NTT tumbuh hanya 2,84% secara  tahunan (year on year/yoy), dibandingkan triwulan IV 2019 sebesar 5,32%. Diprediksi pada triwulan II 2020, pertumbuhan ekonomi NTT di bawah 2,84%. Perekonomian NTT diharapkan mulai bangkit pada triwulan III 2020. "Karena itu, mulai minggu depan kita mulai melakukan pemulihan ekonomi," tandasnya. (R-1)

 

BERITA TERKAIT