21 May 2020, 23:54 WIB

Picu Kerumunan, Pusat Perbelanjaan di Gorontalo Ditutup Sepekan


Mediaindonesia.com | Nusantara

GUBERNUR Gorontalo Rusli Habibie akhirnya memutuskan menutup pusat perbelanjaan selama seminggu mulai Kamis (21/5) sore setelah sebelumnya diperbolehkan beroperasi selama pandemi karena meningkatnya kerumunan pembeli.

"Penutupan berlaku mulai 21 Mei sampai 27 Mei 2020. Kami sudah hubungi Wakapolda, Karo Ops, Satpol dan Dinas Perhubungan baik provinsi maupun kota. Ini demi memutus penyebaran virus korona,” ungkap Gubernur Gorontalo Rusli Habibie, Kamis (21/5).

Baca juga: Kamar Hotel bagi Tenaga Medis Nagekeo,Ini Kata Konsultan Keamanan

Langkah itu diambil karena kondisi meningkatnya keramaian dan aktivitas di pusat perbelanjaan, yang berpotensi besar meningkatkan jumlah warga terinfeksi Covid-19.

“Yang belanja ini bukan hanya dari Kota Gorontalo tapi juga dari kabupaten-kabupaten di luar kota. Sebagian juga tidak mengikuti protokol kesehatan. Makanya harus kami tutup,” lanjut Rusli.

Gubernur meminta masyarakat tidak perlu khawatir dalam memenuhi kebutuhan dasarnya, karena penutupan itu tidak berlaku bagi para pedagang kebutuhan bahan pangan pokok atau sembako.

Terkait opini yang berkembang di masyarakat tentang penutupan masjid dan pembiaran aktifitas di pusat-pusat perbelanjaan, Rusli menegaskan tidak ada pilih kasih dalam hal itu.

“Saya mendapat sorotan dari masyarakat kata mereka masjid ditutup sementara toko, mal dan pasar dibuka. Persepsi ini yang sangat berbahaya, seolah-olah kami melarang masyarakat beribadah," tukasnya.

Bagi para pekerja yang terdampak peraturan ini, Rusli berjanji akan memberikan bantuan bahan pangan pokok bersubsidi untuk kebutuhan hidup para pekerja selama dirumahkan.

Selain menutup pusat perbelanjaan, Pemerintah Provinsi Gorontalo juga bersepakat meniadakan shalat Idulfitri di masjid ataupun lapangan.

"Masyarakat diminta salat di rumah masing-masing," katanya. (Ant/OL-6)

BERITA TERKAIT