21 May 2020, 23:31 WIB

40 Orang di Pasar Antri Cimahi Positif Korona, Dinkes: Hoaks


Depi Gunawan | Nusantara

BERDASARKAN pesan berantai di grup aplikasi perbincangan instan Whatsapp menyebutkan ada 40 orang di Pasar Atri, Kota Cimahi, Jawa Barat, positif virus korona atau covid-19.

Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cimahi Chanifah Listyarini memastikan informasi itu tidak benar alias hoaks.

Sebab, Dinas Kesehatan masih menunggu hasil swab test terhadap 78 orang di Pasar Antri yang berlangsung pada Jumat (15/5).

"Hoaks, karena kita juga menunggu hasil swab test dari 78 sampling," kata Chanifah, Kamis (21/5).

Baca juga: Ini Alasan Bupati Pecat 109 Tenaga Medis RSUD Ogan Ilir

Tetapi, dia sangat menyayangkan kerumunan massa di Pasar Antri, padahal saat ini Cimahi sedang diberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

"Memang kerumunan di Pasar Antri sangat parah. Kami minta masyarakat tidak berkerumun dan mematuhi aturan PSBB," ujarnya.

Baca juga: PSBB di Palembang ASN Kerja hanya Lima Jam

Wali Kota Cimahi Ajay M Priatna menyatakan, bakal menutup aktivitas pasar jika ditemukan satu orang terindikasi positif korona.

"Jangankan 40 orang yang positif, satu orang saja, pasar pasti ditutup. Makanya masyarakat wajib ikuti aturan PSBB, jangan berkerumun, apalagi di pasar," kata Ajay.

Pihaknya memperpanjang masa PSBB di Cimahi sebab berdasarkan hasil evaluasi provinsi, daerah ini termasuk zona merah penyebaran covid-19.

"Kita perpanjang lagi selama 14 hari karena Cimahi masuk zona merah. Kami juga belum bisa mengetahui apa yang bakal terjadi pascalebaran kalau PSBB kali ini tidak dipatuhi," jelasnya. (X-15)

BERITA TERKAIT