21 May 2020, 21:10 WIB

Hari BPR-BPRS Nasional, Pandemi Jadi Tantangan Baru BPR-BPRS


Ghani Nurcahyadi | Ekonomi

KINERJA apik Bank Perkreditan Rakyat (BPR)-Bank Prekreditan Rakyat Syariah (BPRS) kini mengalami ujian berat dengan adanya pandemi covid-19 yang melanda Indonesia dan sudah menginfeksi lebih dari 20 ribu orang di Tanah Apik.

Ketua Umum Perhimpunan Bank Perkreditan Rakyat Indonesia (Perbarindo) Joko Suyanto mengatakan, dampak pandemi itu pada BPR-BPRS diantaranya, turunnya kemampuan debitur untuk membayar angsuran dan meningkatnya penarikan dana simpanan yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. 

Hal itu dinilainya akan berpengaruh pada kondisi likuiditas Industri BPR-BPRS yang tidak pernah terprediksi sebelumnya sehingga kondisi ini tidak tercermin dalam Rencana Bisnis Bank (RBB) yang telah disampaikan.

"Kondisi luar biasa ini harus kita hadapi bersama dengan menjaga kebersamaan, kekompakan, bergotong-royong, dan bersatu-padu untuk saling menjaga kondisi Industri BPR-BPRS agar mampu survive, bangkit, dan menang melewati masa Pandemi Covid-19,” ungkap Joko dalam keterangan tertulisnya memperingati hari BPR-BPRS nasional yang jatuh setiap 21 Mei.

Sebelum pandemi covid-19 melanda Indonesia, aset industri BPR pada Februari 2020 tercatat tumbuh 10,56% dibandingkan tahun sebelumnya menjadi Rp150 triliun. Pertumbuhan tersebut juga ditopang dengan tumbuhnya penyaluran kredit yang dilakukan oleh industri BPR yaitu dari 10,49% menjadi Rp110 triliun. 

Sebagai lembaga intermediasi, BPR juga mampu menghimpun dana masyarakat dengan baik. Hal ini terlihat dari jumlah dana masyarakat yang dihimpun dari sisi deposito maupun tabungan yang masing-masing tumbuh sebesar 7,93% dan 13,66% menjadi Rp72 triliun dan Rp31 triliun.

Baca juga : Bappenas Minta Masyarakat Tetap Waspada di Fase New Normal

Selain itu, hal yang menggembirakan adalah jumlah nasabah yang dilayani telah mencapai 18,3 juta rekening. 

Nasabah tersebut didominasi oleh penabung sebanyak 13,5 juta rekening dan rata-rata jumlah tabungannya sebesar Rp2,3 juta. Sedangkan nasabah debitur sebanyak 4,1 juta rekening dan rata-rata pinjamannya adalah Rp27 juta.

"Hal ini tentunya mencerminkan, Industri BPR-BPRS memang hadir untuk melayani masyarakat kecil dan pelaku UMKM di seluruh wilayah Indonesia," ujar Joko.

Joko menegaskan, peringatan Hari BPR-BPRS Nasional bukan hanya sebagai pengingat eksistensi industri, tetapi juga sebagai pengingat kita untuk terus berjuang meningkatkan peran BPR-BPRS dalam perekonomian Indonesia.

Hari BPR-BPRS Nasional diselenggarakan secara serentak di seluruh Indonesia. Namun peringatan kali ini Perbarindo dilakukan dengan meramaikan jagad maya melalui media sosial yang dimiliki oleh Perbarindo, BPR, BPRS, pengurus, karyawan, masayarakat, regulator dan pihak lainnya. Hal itu untuk mencegah penularan covid-19.

Dalam hari BPR-BPRS Nasional, Perbarindo juga memberikan santunan kepada anak yatim dan memberikan bantuan sosial kepada warga terdampak covid-19. Selain itu, Perbarindo juga menyelenggarakan lomba-lomba kekinian seperti lomba foto, lomba video, lomba poster, lomba karya tulis (opini) untuk mahasiswa dan lomba tik-tok. (RO/OL-7)

BERITA TERKAIT