21 May 2020, 22:09 WIB

Pemerintah harus Segera Lakukan 10 Ribu Tes CPR Per Hari


Hilda Julaika | Ekonomi

MESKIPUN sudah memiliki skenario new normal (kenormalan yang baru), pemerintah dinilai belum memiliki kejelasan posisi dari keadaan penyebaran covid-19 ini.

Oleh karena itu, pengamat kebijakan publik Agus Pambagio, menilai saat ini sulit untuk menerapkan kebijakan bagi masyarakat yang paling tepat.

Untuk segera memutus kebingungan ini, Agus menyarankan pemerintah harus segera menerapkan standar tes CPR/SWAB sebanyak 10 ribu/satu juta penduduk setiap hari.

Rasio tes ini adalah yang paling standar untuk mengukur penyebaran covid-19 di lapangan. Selain itu, bisa memengaruhi kebijakan yang bisa diterapkan oleh pemerintah.

“Hari ini penambahan infeksi mencapai 973 kasus, naik 50%. Virus sudah bergerak ke daerah. Yang harus dilakukan adalah tes sebanyak 10 ribu/satu juta penduduk. Saat ini maksimal baru bisa 4 ribu sisanya sekitar seribu atau dua ribu tes. Ini belum masuk standar. Sulit melihat posisi Indonesia saat ini,” ujarnya dalam konferensi secara virtual sore ini, Kamis (21/5).

Lebih lanjut pihaknya menegaskan, pelonggaran pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dan penerapan skenario new normal harus didasarkan bukti ilmiah (scientific evidence). Data dari scientific evidence inilah yang berperan bagi pemerintah untuk mengambil kebijakan yang tepat.

“Karena ini kasus kesehatan dasarnya harus ada scientific evidence. Sehingga menjadi patokan buat siapa pun untuk mengambil kebijakan. Paling mudah itu swab/tes cpr 10 ribu/satu juta penduduk. Kalau sudah landai baru ada kebijakan. Kalau sekarang kan dikira-kira,” tandasnya. (E-3)

BERITA TERKAIT