21 May 2020, 19:25 WIB

Kapolda Jateng Sebut 4.722 Kendaraan Disuruh Putar Balik


Supardji Rasban | Nusantara

Kapolda Jawa Tengah (Jateng) Brigjen (Pol) Ahmad Luthfi menyampaikan pada hari ke-27 Operasi Ketupat Candi 2020, petugas gabungan baik dari TNI-Polri, Dishub, dan Satpol PP, telah berhasil melakukan penyekatan pada 4.722 kendaraan. Tujuan dari penyekatan adalah untuk memutur mata rantai penyebaran covid-19.

Hal itu disampaikan Kapolda saat bersama Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Mochamad Efendi meninjau persiapan kunjungan kerja Panglima TNI dan Kapolri di Exit Tol Pejagan pada Kamis (21/5).

Kapolri dan Pangdam TNI akan memantau arus mudik lebaran di Exit Tol Pejagan, Exit Tol Brebes Timur dan di pos penyekatan dan pengamanan di Jalan Raya Pantura yang dipusatkan di Kecipir, Kecamatan Losari, Jumat (22/5/2020)
besok.

"Penyekatan di pintu tol dan Jalan Raya Pantura akan terus kita lakukan dalam rangka mengurangi sebaran covid-19, dengan pengecekan secara fisik dan manual dari kendaraannya, protap kesehatan pencegahan covid-19, serta kepentingannya mudik," ujar Luthfi, Kamis (21/5).

Baca juga: Suara Dentuman di Langit Bandung, BMKG: Bukan Gempa atau Petir

Luthfi menuturkan penyekatan dan pengamanan tersebut akan menjadi acuan petugas di lapangan untuk memerintahkan pengemudi untuk putar balik kembali ke wilayah Jawa Barat (Jabar) atau menerima masuk Jateng.

"Para petugas gabungan di lapangan akan kita drill untuk penanganan para pemudik yang akan masuk Jateng," tuturnya.

Sedangkan bagi pemudik yang disuruh untuk putar balik di tol, kendaraannya akan dipasangi stiker, sehingga nantinya akan diberikan keringanan biaya skala prioritas dari Bina Marga.

Kapolda juga menyampaikan sudah memerintahkan antisipasi terorisme di masing-masing Pos Pam, dengan menempatkan personel gabungan yang terdiri dari satuan Brimob, Sabhara, dan TNI.

"Tugas mereka adalah mengamankan anggota yang melaksanakan tugas kemanusiaan," tukasnya.

Dalam kesempatan tersebut Dirlantas Polda Jateng, Kombes Pol. Subandrya memaparkan rekayasa lalu lintas yang akan diberlakukan, termasuk pemutaran arus kendaraan pemudik ke wilayah Jabar.

"Kami mendukung apa yang akan dilakukan Polri," tandas Mochamad Efendi. (OL-14)

BERITA TERKAIT