21 May 2020, 18:52 WIB

Wapres: Mari Berlebaran di Rumah, Selamatkan Bangsa


Andhika Prasetyo | Politik dan Hukum

TAHUN ini adalah tahun yang disertai ujian yang berat. Karena pandemi, umat muslim dipaksa untuk merayakan hari kemenangan, Hari Raya Idul Fitri, secara berbeda, tidak seperti tahun-tahun sebelumnya.

Salat Id yang biasanya dilakukan secara berjamaah di masjid atau di lapangan terbuka, sekarang tidak dianjurkan. Penyebabnya jelas, hal itu bisa menjadi pemicu laju penyeberan virus korona yang lebih luas di masyarakat.

"Pemerintah meminta agar masyarakat cukup merayakan Idul Fitri di rumah, tidak di masjid, atau di lapangan karena situasi negara kita masih dalam bahaya karena covid-19," demikian diungkapkan Wakil Presiden Ma'ruf Amin di Jakarta, Kamis (21/5).

Menurutnya, merayakan Lebaran di rumah secara sederhana tidak akan mengurangi esensi dari hari kemenangan itu sendiri. Dengan tetap berada di rumah, masyarakat malah memiliki peran sangat besar dalam mencegah penularan virus korona.

Sejatinya, Islam selalu mengajarkan kepada seluruh umatnya untuk membangun kemaslahatan dan menghilangkan kemudaratan.

"Andai kita memaksakan untuk solat berjamaah di masjid, di lapangan, itu akan menimbulkan risiko yang berbahaya. Itu tidak sesuai dengan prinsip ajaran Islam yang selalu menekankan untuk menjauhi kemudaratan, kerusakan," jelasnya.

Ma'ruf juga meminta umat muslim untuk menjadikan Hari Raya Idul Fitri sebagai momentum untuk bersatu dan bersama-sama memanjatkan doa agar covid-19 cepat hilang dan berlalu dari dunia.

Pemerintah, sambung Ma'ruf, tidak bisa berjuang sendiri untuk mengalahkan covid-19. Seluruh elemen bangsa harus terlibat di dalamnya dengan peran yang tentu berbeda-beda.

"Dengan berbagai upaya yang telah dilakukan, marilah kita berdoa sambil bersabar. Kita tidak boleh menyerah. Kita harus bangkit, menghidupkan kembali semangat kebangkitan nasional," tuturnya.(OL-4)

BERITA TERKAIT