21 May 2020, 17:55 WIB

Asa Penjual Takjil Menjemput Rezeki Ramadan saat Pandemi Covid-19


Ferdinandus Rabu | Nusantara

Merayakan Ramadan di tengah pandemi covid-19 menyisakan berbagai kisah menarik. Satu di antaranya adalah kisah para penjual takjil di Larantuka, Kabupaten Flores Timur (Flotim), Nusa Tenggara Timur.

Dalam kondisi wabah covid-19, Siti Sara bersama penjual takjil lainnya tetap memberanikan diri berjualan. Mereka berharap masih dapat mengais rejeki Ramadan tahun ini.

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang selalu ramai berjualan takjil, pada Ramadan tahun ini, jumlah penjual takjil kali ini berkurang seiring daya beli masyarakat yang menurun.

Baca juga: Umat Islam di Bali Diimbau Lakukan Salat Id di Rumah

Namun demikian, rasa syukur masih dipanjatkan para penjual takjil. Pasalnya mereka masih bisa mengais sedikit rejeki untuk membantu kebutuhan hidup sekaligus merayakan lebaran nanti.

"Ya Ramadan kali ini sangat berbeda karena harus menghadapi wabah covid-19. Kesulitan ekonomi sangat terasa. Tapi kami masih bisa bersyukur karena kami masih bisa berjualan takjil di sini. Artinya masih ada rejeki saat Ramadan ini," kata Siti.

Walaupun sedikit takut dan khawatir saat mau berjualan, sambungnya, tapi mau bagaimana lagi?

"Makanya kami pakai masker dan kami tutup rapat-rapat takjil kami agar makanan kami terlindungi. Yang pasti, kami menjaga kebersihan jualan kami," tegasnya.

Di samping itu, Siti dan penjual lainnya hanya berjualan dari pukul 3 sore hingga pukul 5 sore saja.

Penjual takjil lainnya, Arifudin yang merupakan siswa kelas 2 SMAN 1 Larantuka juga mengakui jika saat ini sangat sepi pembeli.  

"Apalagi hujan seperti sekarang. Biasanya ramai pembeli takjil. Pembeli enggan keluar rumah. Keuntungan juga sedikit, tapi disyukuri saja sebab masih bisa membantu orangtua untuk kebutuhan di dalam rumah," tutur Arifudin. (OL-14)

 

BERITA TERKAIT