21 May 2020, 17:37 WIB

Waspada Demam Berdarah di Tengah Pandemi Covid-19


Ghanin Nurcahyadi | Humaniora

PANDEMI covid-19 yang kini melanda Indonesia dan dunia membuat pemerintah harus mengeluarkan imbauan agar masyarakat tetap di rumah untuk memutus mata rantai penyebaran covid-19. Namun, ancaman penyakit lain juga merebak di Indonesia di tengah musim hujan yang belum berakhir, yaitu demam berdarah dengue (DBD). 

Data Kementerian Kesehatan menyebutkan, dari 1 Januari hingga 27 April saja, ada 49.563 kasus DBD dengan penyebaran terbanyak terjadi di Jawa Barat, Bali, Nusa Tenggara Timur, Lampung, dan Jawa Timur. Nyamuk Aedes Aegypti yang membawa penyakit itu, memang senang berkeliaran di dalam rumah. 

Brand Manager Telon Lang Plus Ratu Anggi mengatakan, orang tua dituntut lebih waspada pada kebersihan rumah, mengingat gejala DBD bisa berakhir parah pada anak, terutama bayi dan balita. Selain menerapkan pencegahan dengan 3M Plus (menguras, menutup, mengubur plus perlindungan untuk bayi), orang tua bisa menggunakan bahan alami untuk mencegah gigitan nyamuk pembawa DBD

Salah satunya ialah baluran minyak telon antinyamuk yang berasal dari tanaman kayu putih. Kandungan Cineol-1,8 dalam tanaman kayu putih, terbukti mampu menjadi senyawa antivirus, sedangkan kandungan Natural Rhodinol melindungi anak dari DBD.

"Kandungan utama Oleom Cajuputi (minyak kayu putih) dengan Cineol-1,8 berfungsi sebagai antivirus. dan juga kandungan natural rhodinol terbukti bisa melindungi bayi dari gigitan nyamuk aedes aegypti," kata Ratu Anggi dalam keterangan tertulisnya. 

Baca juga : Hari ini Kasus Penambahan Positif Korona Tertinggi

Kandungan cineol-1,8 bahkan dipercaya bisa menjadi antivirus korona berdasarkan hasil riset yang ada.

Ratu Anggi menjelaskan, untuk bayi agar bisa memanfaatkan kandungan cineol-1,8 sebagai antivirus corona cukup dengan mencampurkan minyak kayu putih ke dalam baskom berisi air hangat. Uap dari air tersebut kemudian dihirupkan ke bayi dalam posisi tengkurang dan ditepuk-tepuk punggungnya. 

Riset terkait Cineol-1,8 sebagai antivirus korona dilakukan oleh Badan Penelitian dan Pengembamgan Pertanian (Balitbangtan) Kementerian Pertaniam dengan menggandeng PT Eagle Indo Pharma (Cap Lang) untuk produksi massal dan kegiatan pemasaran produk yang terkait.

Riset itu menyasar tanaman atsiri (eucalyptus) yang juga mengandung Cineol-1,8 untuk dikembangkan sebagai antvirus korona. Nantinya riset akan mematenkan 3 produk antivirus korona. (RO/OL-7) 

BERITA TERKAIT