21 May 2020, 16:16 WIB

​​​​​​​Jalani Aktivitas Lebaran dengan Protokal Kesehatan


Andhika Prasetyo | Humaniora

PEMERINTAH menyadari betul bahwa aktivtas masyarakat akan meningkat seiring kian dekatnya Hari Raya Idulfitri. 

Pasar-pasar dan pusat perbelanjaan akan dipenuhi oleh warga yang hendak membeli kebutuhan untuk Lebaran.

Di masa pandemi saat ini, hal tersebut jelas berbahaya karena akan meningkatkan risiko penularan dan meluasnya penyebaran covid-19.

Namun, pemerintah mengaku tidak bisa melarang berbagai kegiatan yang sudah menjadi tradisi turun menurun tersebut.

Pemerintah hanya meminta, jika aktivitas-aktivitas pada periode Lebaran tidak bisa ditinggalkan, masyarakat harus terus memegang teguh komitmen menjalankan protokol kesehatan secara ketat.

"Pemerintah tidak akan larang tapi tetap masyarakat harus ikuti protokol kesehatan yang ketat. Upaya ini harus dilakukan terus menerus jika kita ingin bisa merayakan Lebaran namun juga terhindar dari covid-19," ujar Juru Bicara Pemerintah terkait Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto, di Kantor BNPB, Jakarta, Kamis (21/5).

Baca juga: Masyarakat Masih Abai PSBB, PSI: Buah Ketidaktegasan Gubernur

Jika terpaksa harus pergi ke pasar, masyarakat harus bisa saling menjaga satu sama lain. Caranya ialah dengan mengikuti aturan yang ditetapkan pemerintah yakni menjaga jarak danngunakan masker.

"Kalau bisa dibuat peraturan di pasar itu. Masyarakat bergantian ke pasar agar tidak terjadi penumpukan. Harus diatur sedemikian rupa," tuturnya.

Ia mengingatkan bahwa, sampai saat ini, belum ditemukan obat atau vaksin virus korona. Oleh karena itu, menghindari infeksi adalah cara terbaik. (A-2)

BERITA TERKAIT