21 May 2020, 17:45 WIB

Umat Islam di Bali Diimbau Lakukan Salat Id di Rumah


Arnoldus Dhae | Nusantara

KAPOLDA Bali, Irjen Pol. Petrus Reinhard Golose meminta dengan sangat agar seluruh umat Islam di Bali untuk tidak menggelar salat Id yang melibatkan banyak orang pada hari raya Idulfitri nanti. 

"Sesuai dengan hasil video conference dengan pemerintah pusat pada Senin (18/5) lalu, disimpulkan bahwa sesuai dengan Permenkes 9/2020, kegiatan agama yang bersifat massive atau yang mengumpulkan massa yang banyak dilarang untuk dilaksanakan sehingga imbauan pemerintah pusat bahwa kegiatan salat Idulfitri dilaksanakan di rumah masing-masing," ujarnya di Denpasar, Kamis (21/5). 

Baca juga: Satu Kepala Dinas di Pangkalpinang Positif Covid-19

Dalam kegiatan video conference juga disampaikan oleh Menkopolhukam bahwa kegiatan salat Idulfitri bukan merupakan salat yang wajib melainkan Sunnah.

Menurut Golose, permintaan tersebut sudah dikoordinasikan dengan para tokoh agama Muslim di Bali, Ormas Islam, dan para pengurus lainnya. 

Kapolda Bali mengaku sudah menerima kunjungan tokoh organisasi kemasyarakatan Islam di Lounge Andalan Polda Bali, Rabu (20/5) kemarin. Kedatangan para pemimpin Ormas Islam di Bali ini untuk membahas perayaan hari raya Idul Fitri 1441 H di tengah pandemi Covid-19. 

Dalam pertemuan tersebut, Kapolda menyerahkan sepenuhnya kepada para tokoh ormas Islam untuk membuat kesepakatan bersama agar perayaan Idulfitri di wilayah Provinsi Bali tidak ada perbedaan, mulai dari pelaksanaan salat Id hingga kegiatan bersilaturahmi. 

Kepada para tokoh Muslim tersebut Kaapolda Bali meminta agar para tokoh dan pengurus masjid agar segera menyampaikan hal tersebut kepada seluruh umat muslim bahwa tidak ada salat Ied saat hari raya Lebaran nanti. 

"Saat ini Covid-19 telah menjadi pandemi global, di Bali sendiri setiap harinya kasus positif Covid-19 meningkat. Hari ini saya sampaikan imbauan pemerintah pusat dalam rangka menyikapi pencegahan penyebaran Covid-19 hubungannya dengan pelaksanaan salat Idulfitri berjamaah. Apabila salat Idulfitri tetap dilaksanakan maka petugas akan melakukan tindakan sesuai dengan protokol kesehatan secara ketat," sambungnya.

Ketua MUI Provinsi Bali, H.M. Taufiq, menyetujui imbauan pemerintah pusat untuk melaksanakan salat Idulfitri di rumah masing-masing. Hal tersebut juga demi kesehatan masyarakat Bali. 

"Pelaksanaan Sholat Idul Fitri sebaiknya dilaksanakan serempak di seluruh Bali di rumah masing-masing," ucapnya. 

Hal senada juga disampaikan oleh H. Bambang Santoso. Anggota DPD RI Perwakilan Bali ini menyatakan setuju dengan imbauan pemerintah pusat untuk melaksanakan salat Idulfitri di rumah masing-masing, namun imbauan ini harus dilaksanakan serentak di seluruh Bali. 

"Apabila ada satu atau dua daerah yang melaksanakan salat Idulfitri, hal tersebut bisa menjadi ancaman. Sesuai dengan ajaran Islam bahwa kita harus menjauhi hal yang membahayakan diri sendiri. Wabah ini nyata dan dapat membahayakan tidak hanya diri sendiri namun orang sekitar kita," ujar Bambang.

Pernyataan yang sama juga disampaikan oleh Ketua PW NU Provinsi Bali, K.H. Abdul Aziz., Ketua PW Muhammaddiyah Provinsi Bali, H. Aminullah, Ketua Pengembangan Organisasi DMI Provinsi Bali, Ust. H. Fauzy Basulthana, Ketua LDII Denpasar, H. Kafilari, Kabid Binmas Islam Departemen Agama Provinsi Bali, H. Nur Khamid, Wakil Ketua Umum MUI Provinsi Bali, Ir. H. Maman Supratman saat mengikuti rapat tersebut, menyetujui imbauan pemerintah pusat untuk melaksanakan salat Idulfitri di rumah masing-masing.

Setelah sepakat mengikuti imbauan pemerintah pusat, Kapolda Bali langsung berkoordinasi dengan Gubernur Bali, I Wayan Koster, via video call yang disaksikan langsung oleh para tokoh Muslim. Kapolda menyampaikan bahwa seluruh tokoh umat Muslim di Bali sudah sepakat dan menyetujui imbauan pemerintah pusat untuk melaksanakan salat Idulfitri di rumah masing-masing dan akan segera membuat seruan bersama.

Baca juga: Rob Terjang Ribuan Rumah di Indramayu

Saat itu juga Gubernur Wayan Koster mengucapkan terima kasih, mengapresiasi dan menyetujui kesepakatan bersama para tokoh Muslim terkait pelaksanaan ibadah salat Idulfitri agar dilaksanakan dari rumah masing-masing dalam rangka pencegahan penyebaran Covid-19.

Para pemimpin Ormas Islam di Bali pun mengeluarkan seruan bersama. Seruan bersama tersebut ditujukan kepada seluruh umat Muslim di Bali. Isinya antara lain agar salat Idulfitri di rumah, tidak ada pelaksanaan pawai takbir keliling, takbiran hanya dilakukan petugas masjid dan sangat terbatas, tidak menjadwalkan petugas Khotib dan Imam dalam pelaksanaan salat Id. Tidak melakukan silaturahmi dengan berkumpul banyak orang, silaturahmi dapat dilakukan secara online. (OL-6)
 

BERITA TERKAIT