21 May 2020, 16:05 WIB

Masyarakat Masih Abai PSBB, PSI: Buah Ketidaktegasan Gubernur


Putri Anisa Yuliani | Megapolitan

Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di DKI Jakarta sudah resmi diperpanjang. PSBB tahan ke-3 ini akan berakhir pada 4 Juni mendatang.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menargetkan PSBB tahap 3 ini menjadi yang terakhir. Namun, masyarakat masih banyak yang abai terhadap Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Justin Adrian menilai abainya masyarakat Jakarta terhadap aturan adalah buah dari ketidaktegasan Anies Baswedan sejak awal menjadi gubernur di Jakarta.

"Jadi, ini adalah buah dari yang ia tanamkan. Sejak awal dia tidak tegas, semisal membolehkan PKL jualan di trotoar, warga boleh tinggal di bantaran kali, tidak ada normalisasi. Jadi, ketika kita membutuhkan kepatuhan yang benar-benar 100%, justru ini dilanggar," ungkap Justin, Kamis (21/5).

Baca juga: Larangan Mudik, Faktanya 306 ribu Kendaraan Tinggalkan Jakarta

Dia menegaskan bahwa pihaknya mendorong agar Pemprov DKI Jakarta bisa tegas terhadap masyarakat mulai saat ini agar wabah covid-19 bisa segera ditangani.

Ia juga meminta agar Anies bisa menginstruksikan Satpol PP dan Dinas Perhubungan untuk tegas kepada masyarakat yang melanggar PSBB.

"Iya, Satpol PP dan Dishub harus tegas dalam memberikan sanksi. Kita harus memahami bahwa ini kondisi darurat," ungkapnya.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menetapkan perpanjangan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dari 22 Mei hingga 4 Juni mendatang.

Anies optimistis, jika warga disiplin, PSBB tahap 3 ini akan menjadi yang terakhir.

"Insha Allah kalau dalam dua pekan ini kita pantau angka ini bisa di bawah 1, maka ini akan jadi yang terakhir," ungkap Anies.(OL-14)

BERITA TERKAIT