21 May 2020, 12:25 WIB

Covid-19 Mewabah, Pasien Penyakit Jantung Perlu Lebih Waspada


Eni Kartinah | Humaniora

PARA pengidap sakit jantung diimbau lebih waspada terhadap covid-19. Sebab, infeksi penyakit yang tengah mewabah itu bisa memicu serangan jantung. Untuk meminimalkan potensi itu, pasien sakit jantung harus memastikan penyakit mereka terkontrol dan dalam kondisi stabil.

“Ketika seseorang terinfeksi covid-19, pada pekan pertama efeknya masih terbilang ringan, baru pada pekan kedua terjadi reaksi berlebih terhadap sistem kekebalan tubuh hingga menimbulkan ‘badai sitokin’. Sitokin yang dihasilkan sistem imun untuk melawan covid-19 ini ‘tumpah ke mana-mana’, mengenai berbagai organ termasuk jantung. Bagi pengidap sakit jantung dan orang-orang yang punya faktor risiko sakit jantung, kondisi ini bisa memicu serangan jantung,” papar dr Leonardo Paskah Suciadi SpJP, dokter spesialis jantung dan pembuluh darah Siloam Hospitals Kebon Jeruk (SHKJ) pada diskusi daring, Rabu (20/5).

Baca juga: Mengenal dan Mencegah Terjangkit Virus Korona

Karena itu, ia menekankan agar para pasien penyakit jantung tetap mengonsumsi obat secara rutin untuk menjaga kestabilan kondisi. Jika obat habis dan perlu konsultasi ke dokter sementara ada program pembatasan sosial berskala besar yang mengharuskan  tetap di rumah, Paskah menjelaskan pasien konsultasi secara daring.

Di SHKJ misalnya, ada layanan telekonsultasi yang bisa dimanfaatkan. Ada juga layanan  home care yang memungkinkan pasien mendapatkan perawatan dari tenaga kesehatan profesional di rumah. “Telekonsultasi bisa menjadi solusi, pasien tidak perlu datang ke rumah sakit kalau hanya untuk konsultasi rutin dan menanyakan dosis obat,” kata Paskah.

Namun, lanjutnya, untuk pasien penyakit jantung dengan keluhan serius, seperti sesak napas, jantung berdebar-debar, nyeri dada, lemas, lesu berkepanjangan, bengkak-bengkak di kaki, maupun pingsan, pasien harus segera datang ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan yang cepat dan tepat.

“Keluhan-keluhan itu merupakan ‘red flag’ (tanda bahaya), pasien harus mendapat terapi optimal baik berupa perawatan intensif di rumah sakit maupun menjalani berbagai prosedur penting seperti kateterisasi jantung dan intervensi koroner, serta operasi bedah jantung sesuai kondisi yang ada,” terangnya.

Ia menekankan, pasien yang mengalami keluhan serius jangan ragu berobat ke rumah sakit karena takut tertular covid-19. “Rumah sakit menerapkan protokol pencegahan covid-19 secara ketat,” ujarnya. (A-1)

 

BERITA TERKAIT