21 May 2020, 14:24 WIB

New Normal Berjargon Orde Baru, 4 Sehat 5 Sempurna


FACHRI AUDHIA HAFIEZ | Humaniora

GUGUS Tugas Percepatan Penanganan Virus Korona (covid-19) telah meracik gerakan untuk menerapkan New Normal. Gerakan itu dinamai 4 sehat 5 sempurna.

"Kampanye 4 sehat 5 sempurna inilah yang sudah kita kenalkan yang didukung oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk menjadi suatu gerakan," kata Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Covid-19 Wiku Adisasmito dalam diskusi virtual Masjid Nursiah Daud Paloh (NDP) TV bertajuk 'Kemenangan Idulfitri Menuju Normal Baru di Masa Pandemi', Kamis (21/5).

Baca juga: 4.304 Kendaraan Diputarbalikkan di Ruas Tol dalam 1 Malam

Gerakan 4 sehat 5 sempurna ini rupanya berbeda dengan mengonsumsi makanan dan minuman yang sudah dikenal sejak lama. Gerakan ini berkaitan dengan pencegahan penularan virus korona.

Empat sehat yang dimaksud terdiri:

1. Memakai masker.
2. Menjaga jarak fisik.
3. Mencuci tangan.
4. Olahraga, istirahat yang cukup, dan tidak panik.

Adapun poin yang menyempurnakan ialah

5. Asupan makanan bergizi.

Baca juga: Dua Orang Tewas dalam Kecelakaan Beruntun di Tol Cakung

"Tubuh perlu imunitas tinggi, untuk itu perlu empat hal menyangkut empat sehat. Karena imunitas rendah, diperlukan makan bergizi yang menjadi bagian 5 sempurna," beber Wiku.

Keputusan gugus tugas untuk memakai jargon ini karena hal itu kerap dikenal oleh semua orang. Diharapkan dengan gerakan ini masyarakat terpacu untuk menerapkannya.

"Dalam menghadapi covid-19 ini juga perlu jargon yang semua orang paham karena gerakannya harus sama-sama," ujar Wiku.


 

BERITA TERKAIT