21 May 2020, 12:59 WIB

190 TKA di Sumsel Dipulangkan ke Tiongkok


Dwi Apriani | Nusantara

SEBANYAK 190 tenaga kerja asing asal Tiongkok dipulangkan dari Sumatra Selatan. Hal itu diketahui dari adanya video viral berdurasi 7 menit 52 detik di media sosial. Dalam video itu, ratusan TKA mengenakan pakaian hazmat turun dari bus di VVIP Bandara SMB II Palembang, Rabu (20/5) pukul 17.47 WIB. Sebanyak 141 TKA asal Tiogkok pulang ke negaranya dengan menggunakan pesawat charter, Cambodia Airways dengan nomor penerbangan KR3711. Kemudian rencananya pada Jumat (22/5), pukul 08.00 WIB akan ada pemulangan lagi tenaga kerja asal Tiongkok 

General Manager PT Angkasa Pura II, Fahroji mengatakan, ada 141 TKA yang pulang ke Tiogkok pada Rabu kemarin dan akan ada 49 TKA lagi yang akan berangkat ke Tiongkok pada Jumat nanti.

"Rabu kemarin, ada 141 TKA pulang  ke China menggunakan maskapai Cambodia Airways dengan nomor penerbangan KR3711 dan lepas landas dari Bandara SMB II pukul 17.47 WIB. Dari informasi yang saya terima, mereka merupakan pekerja PT China Harbour Indonesia, dan pulang dengan pesawat carter dari maskapai Cambodia itu," jelasnya, Kamis (21/5).

Fahroji  menuturkan, karena jumlah TKA yang mencapai ratusan maka mereka harus menggunakan jalur khusus layaknya jemaah haji. Hal itu agar tidak mengganggu jalur operasional penumpang lainnya di Bandara SMB II Palembang. Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan Palembang, Nur Purwoko, mengatakan TKA yang pulang ke Tiongkok tersebut sebelumnya telah memenuhi tiga syarat terkait. Yakni memenuhi persyaratan dari negara tujuan, persetujuan dari asosiasi penerbangan internasional, dan telah melakukan rapid test terkait pencegahan covid-19.

baca juga: 460 Awak Mobil Tangki Pertamina Jateng- DIY Dapat Bantuan Sembako

"Selain itu juga ada surat pernyataan resmi dari perusahaan yang berkaitan terkait kesehatan para TKA ini," katanya.

Nur menjelaskan, dari informasi yang diterima TKA ini sebelumnya bekerja di Tanjung Tapa, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI). Sementara terkait penggunaan pakaian hazmat sendiri lebih kepada kekhawatiran mereka atas pandemi covid-19.

"TKA ini akan pulang sebagai repatriasi ke negara asal mereka, dan sebagai perlindungan diri mereka menggunakan hazmat," pungkasnya. (OL-3)

BERITA TERKAIT