21 May 2020, 12:36 WIB

​​​​​​​Menag Imbau Masyarakat Takbiran dari Rumah


Ihfa Firdausya | Humaniora

MENTERI Agama Fachrul Razi kembali mengingatkan agar masyarakat menjalankan Hari Raya Idulfitri di rumah. 

Menag menyebut perjuangan untuk menekan angka kasus covid-19 tidak boleh sia-sia.

"Pada saat rapat yang lalu, intelejen memprediksi kalau kita tidak melakukan pembatasan yang ketat pada saat Idulfitri angka pasti akan melonjak naik lagi. Itu berarti apa yang kita lakukan sebelumnya sia-sia saja dan korban akan bertambah banyak," kata Menag dalam telekonferensi, Kamis (21/5).

Beberapa imbauan terkait perayaan Idulfitri pun disampaikan Menag Fachrul Razi dalam kesempatan tersebut.

Pertama, Menag mengimbau masyarakat untuk melakukan takbiran di rumah. Ia tidak menyarankan masyarakat melakukan takbir keliling seperti yang biasa dilakukan dalam situasi normal.

"Tapi saya berharap juga masjid-masjid dan musala bisa menggaungkan takbir ini melalui loud speakernya sehingga betul-betul kegembiraan menyambut hari raya Idulfitri ini tidak hilang," ungkapnya.

Selanjutnya, Menag mengimbau keras supaya salat Idulfitri dilakukan di rumah saja bersama keluarga inti.

"Salat ini sebagaimana kita tahu adalah sunah. Jadi artinya kalau ditinggalkan pun tidak apa-apa. Tapi sunahnya sunah muakkad, artinya sunah yang sangat dianjurkan," katanya.

"Oleh karena itu sebaiknya salat Idulfitri ini kita lakukan tapi di rumah saja bersama keluarga ini, bisa secara perorangan, bisa secara berjamaah. Berjamaah ini menurut banyak pendapat ulama kalau ada 4 orang saja sudah boleh," jelas Menag.

Baca juga: MUI: Wilayah Zona Hijau Boleh Gelar Salat Id

Menteri Agama juga meminta masyarakat berlebaran di rumah bersama keluarga inti. Ia juga menyarankan masyarakat tidak menerima tamu pada lebaran kali ini.

"Karena tidak menjamin tamu yang datang bebas dari virus. Banyak sekarang orang tanpa gejala," jelasnya.

Silaturahmi, menurutnya, dapat dilakukan melalui berbagai layanan daring. Antara lain dengan melakukan video call.

"Bermaafan dan silaturahmi kan tidak harus bertemu fisik. Silaturahmi terjadi bukan karena kedekatan fisik tapi karena kedekatan batin," jelasnya.

Tidak lupa, Menag mengimbau masyarakat tidak mudik ke kampung halaman.

"Karena mudik sama dengan kita membawa wabah dari kota ke kampung. Jadi kalau ke kampung kita mestinya membawa berkah atau manfaat, tapi justru kita membawa mudarat," pungkasnya.

Menag tetap berharap pandemi covid-19 ini tidak mengurangi kegembiraan kita dalam menyambut hari kemenangan. Dia pun menggarisbawahi supaya masyarakat selalu menaati protokol kesehatan seperti mencuci tangan, menjaga jarak, dan menggunakan masker. (A-2)

BERITA TERKAIT