21 May 2020, 12:29 WIB

Borobudur, Prambanan, Ratu Boko Siap Dibuka 8 Juni 2020


Agus Utantoro | Nusantara

PT Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur, Prambanan & Ratu Boko (Persero) berencana membuka kembali wisata di taman ketiga candi tersebut pada 8 Juni 2020.

"Namun hanya untuk wisata di taman yang melingkupi Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko," kata Dirut PT TWC Edy Setijono, di Yogyakarta, Kamis (21/5).

Untuk menyambut wisatawan yang berkunjung di taman wisata yang dikelola BUMN ini, Edy mengungkapkan akan memperhatikan imbauan dari pemerintah pusat khususnya dari Kementerian BUMN dengan menerapkan protokol covid-19. Menurutnya saat ini berbagai persiapan telah dilakukan dengan memperbaiki dan meningkatkan standar kualitas pelayanan menuju pariwisata yang bersih, sehat, dan aman untuk menerima seluruh wisatawan yang berkunjung. 

Ia menambahkan Taman Wisata Candi pada saat dibuka nanti telah siap menuju The New Normal di bidang pariwisata. Edy berharap Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan nantinya juga membuka kembali candi-candi tersebut untuk kunjungan wisata berbarengan dengan pembukaan yang dilakukan oleh PT  TWC. Selama ini, PT TWC mengelola taman wisata yang ada di sekeliling candi. Sedangkan untuk zona inti kawasan candi tetap menjadi kewenangan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

"Kalau Kemendikbud bisa membuka kembali kunjungan wisatawan ke candi, maka pengunjung bisa masuk ke area wisata candi," kata Edy, Kamis (21/5).

Untuk masuk ke area candi tetap harus menunggu dari Kemendikbud membuka kembali area candi untuk umum. Menurut Edy, saat ini PT TWC tengah menyiapkan berbagai sarana dan prasarana pendukung untuk membuka kembali, antara lain petugas dan peralatan yang akan memindai suhu pengunjung yang akan masuk. 

"Pengunjung akan diberi label suhu, hijau, kuning atau merah," katanya.

Stiker label warna hijau, katanya akan ditempel pada pengunjung dengan suhu tubuh sehat atau normal, stiker label berwarna kuning untuk yang memiliki suhu tubuh 37,5 derajat Celsius hingga 37,8 derajat Celsius dan stiker label berwarna merah untuk yang suhu tubuhnya di atas 37,8 derajat Celsius.

Pengunjung yang memiliki suhu tubuh normal atau ber-stiker hijau diperbolehkan melakukan kunjungan ke kawasan candi seperti biasa. Namun, yang berstiker kuning, tetap boleh melakukan kunjungan wisata namun harus memisahkan diri dari rombongan. 

"Sedangkan yang berstiker merah, harus ke klinik yang kami sediakan sambil menunggu rombongannya melakukan wisata keliling," jelas Edy.

baca juga: 452 Kepala Keluarga di Lembata Tidak Terima BST

Hal ini sesuai dengan arahan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) yang akan menerapkan program CHS (Cleanliness, Health, and Safety) di setiap destinasi pariwisata. New Normal pariwisata yang dilakukan di destinasi TWC meliputi ketentuan seperti seluruh wisatawan yang masuk harus menggunakan masker, dilakukan pengecekan suhu tubuh untuk wisatawan, melakukan visitor management yang menerapkan physical distancing.

Setiap 100 meter akan disediakan tempat cuci tangan dan papan informasi protokol covid-19. Pembayaran tiket masuk pun menurut Edy akan menerapkan pembayaran nontunai. (OL-3)

BERITA TERKAIT