21 May 2020, 11:04 WIB

Pemudik Keluar Bali Abaikan Covid-19


Arnoldus Dhae | Nusantara

TERJADI antrean pemudik yang hendak keluar dari Pelabuhan Gilmanuk, Bali. Antrean panjang terjadi sejak Rabu malam hingga Kamis (21/5) sekitar pukul 04.00 Wita.  Kepala Satpol PP Provinsi Bali Dewa Nyoman Rai Darmadi saat dikonfirmasi mengatakan, timnya sudah seringkali melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat yang akan pulang kampung agar melengkapi diri dengan berbagai dokumen yang diperlukan sehingga perjalanan lancar.

"Dalam berbagai kesempatan sudah disampaikan berkali-kali, namun masyarakat sepertinya belum paham. Bahwa dalam kondisi sekarang ini bagi warga yang ingin pulang kampung harus melengkapi diri dengan surat keterangan dari Gugus Tugas di masing-masing wilayah, surat keterangan dari RT, RW, Kepala Lingkungan setempat, yang menyatakan bahwa dirinya sudah tidak memiliki tempat tinggal, tidak bekerja dan harus pulang kampung," ujar Darmadi, Kamis (21/5).


Menurutnya, surat keterangan bebas Covid-19 sangat diperlukan bagi tim yang ada di pintu keluar Bali seperti di Bandara Ngurah Rai, Pelabuhan Gilimanuk, Pelabuhan Padangbai dan sebagainya. 

"Sekali lagi kami sampaikan bahwa hanya yang pulang kampung bisa keluar dari Bali dengan syarat dan ketentuan yang ada, terutama hasil pemeriksaan dari Gugus Tugas Covid-19 benar-benar diperiksa oleh petugas. Surat ini sangat penting karena di daerah asal juga akan menuntut hal yang sama. Sebab sudah banyak kasus terjadi penolakan dari daerah asal dan terpaksa harus kembali ke Bali. Lalu dengan berbagai pertimbangan terpaksa kita menerimanya," ujarnya. 

Darmadi mengatakan, penerbangan pun sangat membutuhkan surat pemeriksaan swab yang menjelaskan jika penumpang sudah bebas Covid-19. 

General Manajer Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Cabang Ketapang-Gilimanuk Fahmi Alweni mengatakan para penumpang yang akan mudik diandaikan sudah melewati seluruh check point, pemeriksaan dari Gugus Tugas dan melengkapi seluruh persyaratan yang ada. 

"Selama ini memang lancar-lancar saja. Kendala utamanya adalah bila penumpang tidak melengkapi berbagai persyaratan yang ada maka akan terjadi antri di tempat pemeriksaan. Tapi umumnya selama ini lancar-lancar saja," ujarnya. 

baca juga: 109 Tenaga Medis di RSUD Ogan Ilir Dipecat

Terkait dengan insiden antri di Gilimanuk, Fahmi mengatakan bahwa petugas di lapangan bersama Gugus Tugas yang berwenang melakukan pemeriksaan yang ketat. Diduga antri karena banyak pemudik tidak melengkapi dokumen sebagaimana protokol Covid-19. Saat ini untuk penyeberangan dari Gilimanuk ke Ketapang terjadi penurunan yang signifikan baik orang, kendaraan roda dua maupun roda empat. Tahun ini banyak masyarakat tidak mudik. Sebab, selain mematuhi imbauan dari pemerintahan juga karena kesadaran masyarakat baik dari daerah asal maupun daerah tujuan. (OL-3)

BERITA TERKAIT