21 May 2020, 10:40 WIB

Hingga H-3 Lebaran, 56 Ribu Kendaraan Nekat Mudik Diputar Balik


Siti Yona Hukmana | Politik dan Hukum

PULUHAN ribu kendaraan terpantau berpotensi melakukan mudik Lebaran 2020 di tujuh wilayah Indonesia selama 27 hari pelaksanaan Operasi Ketupat (24 April-20 Mei 2020) atau hingga h-3 Lebaran. Puluhan kendaraan itu diminta memutar balik karena langgar larangan mudik.

"Total sudah 56.305 kendaraan yang diminta untuk putar balik selama 27 hari," kata Kabag Ops Korlantas Polri, Kombes Benyamin, kepada Medcom.id, Kamis (21/5).

Kendaraan yang diputar balik itu antara lain kendaraan pribadi, kendaraan umum, dan kendaraan roda dua. Kendaraan itu diminta memutar balik setelah petugas memeriksa kendaraan di pos pengamanan.

Masyarakat dari kawasan hukum Polda Metro Jaya yang paling mengotot mudik. Tercatat ada 21.325 kendaraan yang diminta putar balik ke Jakarta.

Posisi kedua ditempati Polda Jawa Timur dengan jumlah 12.400 kendaraan. Disusul masyarakat dari Polda Jawa Barat sebanyak 9.052 kendaraan yang diminta memutar balik karena membandel.

"Lalu Banten 6.903 dan Jawa tengah 4.678 kendaraan," ungkap Benyamin.

Baca juga: Empat Pejabat Utama Polda Metro Jaya Dimutasi

Pelanggaran mudik Lebaran paling sedikit berada di wilayah Polda Lampung dan Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Kendaraan yang diminta memutar balik di Polda Lampung sebanyak 1.375 unit, sedangkan Polda DIY sebanyak 572 kendaraan.

Untuk jumlah kendaraan yang diminta memutar balik di tujuh wilayah pada Rabu, 20 Mei 2020 atau h-3 Lebaran tercatat sebanyak 2.185. Warga paling banyak mudik menggunakan kendaraan pribadi dengan jumlah mencapai 1.463.

"Menggunakan sepeda motor 480 dan 242 kendaraan umum," ujar Benyamin.

Benyamin menyebut masyarakat yang mengotot mudik itu tidak dikenakan sanksi pidana. Mereka hanya diminta untuk memutar balik kendaraan.

"Masalah Undang-Undang Karantina, tanya Pemda atau Kemenkes. Kalau sanksi hanya kita putar balik saja," ujar dia. (A-2)

BERITA TERKAIT