21 May 2020, 10:15 WIB

​​​​​​​Kematian Covid-19 Prancis Meningkat Lagi, Menjadi 28.132


Haufan Hasyim Salengke | Internasional

OTORITAS kesehatan Prancis melaporkan 110 kematian akibat virus korona baru, Rabu (20/5), meningkat 0,4%, sehingga total menjadi 28.132, tertinggi keempat di dunia di belakang Amerika Serikat, Inggris, dan Italia.

Jumlah kasus yang dikonfirmasi meningkat 418 menjadi 143.845, meningkat 0,3%, sejalan dengan kenaikan rata-rata per hari yang terlihat sejak pembatalan kuncian nasional pada 11 Mei.

Pada Selasa, jumlah kasus meningkat sebesar 524 tetapi jumlah kematian turun karena penyesuaian yang dilaporkan oleh pusat kesehatan regional di panti jompo.

Dalam dua minggu terakhir penguncian, kenaikan harian dalam jumlah kasus yang dikonfirmasi rata-rata 0,8%, sebuah indikator yang diawasi ketat oleh pemerintah untuk memastikan langkah-langkah relaksasi bertahap tidak memicu gelombang kedua penyakit yang ditakuti.

Dalam sebuah wawancara dengan surat kabar Le Parisien, Genevieve Chene, kepala otoritas kesehatan Sante publique France (SPF), mengatakan tidak ada tanda-tanda pandemi ini meningkat, meskipun ada beberapa kelompok infeksi baru, tetapi memperingatkan virus 'masih' ada".

“Kita harus menunggu sampai akhir minggu depan untuk mengetahui apakah kontaminasi sedang meningkat lagi,” ujarnya, seraya menambahkan kerangka waktu mewakili penundaan antara inkubasi penyakit dan pengumpulan data infeksi yang dapat diandalkan.

Baca juga: Kematian Akibat Virus Korona Capai 325.232 Kasus

Chene juga mengatakan jumlah korban jiwa covid-19 di rumah--tidak dilaporkan sejauh ini-- seharusnya, dalam pandangannya, hanya satu persen dari total korban tewas, menambahkan perkiraan resmi harus dipublikasikan sebelum akhir Juni.

Termasuk 37.730 kasus yang dicurigai di panti jompo, naik 348 dalam 24 jam, jumlah total infeksi yang dikonfirmasi dan yang dicurigai naik 0,4% menjadi 181.575, menempatkan Prancis di urutan ketujuh di dunia di belakang Brasil.

Jumlah pasien dalam perawatan intensif dengan menurun sebesar 5,3% menjadi 1.794. Sementara jumlah orang di rumah sakit dengan penyakit ini turun menjadi 17.941 dari 18.468 pada Selasa.

Kedua angka--indikator kunci dari kemampuan sistem kesehatan Prancis dalam mengatasi epidemi--telah berada dalam tren menurun setidaknya selama lima minggu dan memuncak masing-masing lebih dari 7.000 dan 32.000 pada awal hingga pertengahan April. (Ahramonline/A-2)

BERITA TERKAIT