21 May 2020, 08:31 WIB

Kasus Bertambah, Kalsel Kembali Rekrut Nakes Khusus Covid -19


Denny Susanto | Nusantara

PEMERINTAH Provinsi Kalimantan Selatan melalui Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Korona kembali membuka pendaftaran tenaga khusus untuk membantu percepatan penanganan pandemi virus korona di wilayah tersebut. Jumlah kasus positif virus korona di Kalsel sudah mencapai 548 kasus,53 orang di antaranya meninggal dunia.

Ketua Harian Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Korona Kalsel, Abdul Haris Makkie mengatakan rekrutmen tenaga kesehatan dan tenaga penunjang penanganan pandemi virus korona, menyusul terjadinya lonjakan kasus positif virus korona di Kalsel. 

"Tenaga kesehatan dan tenaga penunjang penanganan virus korona perlu ditambah," kata Makkie, Kamis (21/5).

Dalam rekrutmen kali ini tim gugus tugas menargetkan tambahan 136 orang tenaga khusus untuk posisi perawat, dokter, dokter spesialis, tenaga pramusaji hingga tenaga pemakaman. Pemprov Kalsel sendiri akan menambah fasilitas penanganan virus korona di rumah sakit rujukan dan tempat karantina khusus hingga 2.000 tempat tidur, termasuk pelayanan kesehatan di tingkat puskesmas.

Pada bagian lain Juru Bicara Gugus Tugas Tanggap Darurat Penanganan Virus Korona Kalsel, Muslim, mengungkapkan hingga Kamis (21/5) jumlah kasus positif virus korona di Kalsel melonjak tajam menjadi 548 kasus. Jumlah kasus positif virus korona saat ini bertambah 64 kasus dari hari sebelumnya. Jumlah penderita korona terbanyak berasal dari Kota Banjarmasin sebanyak 204 kasus, disusul Kabupaten Tanah Bumbu 108 kasus, Kabupaten Barito Kuala 53 kasus, Kabupaten Tanah Laut 49 dan Kabupaten Banjar 41 kasus.

baca juga: Sejumlah Bupati Izinkan Salat Id di Lapangan, Ganjar Kecewa

Tercatat ada sebanyak 419 orang kini tengah menjalani perawatan di rumah sakit maupun di lokasi karantina khusus dan karantina mandiri. Ada 76 orang dinyatakan sembuh dan 53 orang meninggal dunia akibat virus korona. Kemudian ada 917 orang berstatus orang dalam pemantauan (ODP) dan 81 orang berstatus pasien dalam pengawasan (PDP) (OL-3)

BERITA TERKAIT