21 May 2020, 08:18 WIB

Harga Emas menguat di Tengah Gelombang Stimulus


Antara | Ekonomi

EMAS menguat pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB) di tengah langkah-langkah stimulus yang luas dan ketidakpastian atas kemungkinan vaksin virus korona. Akan tetapi kenaikan emas terbatas karena minat terhadap aset-aset berisiko meningkat, didorong harapan pemulihan ekonomi.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Juni di divisi COMEX New York Mercantile Exchange naik US$6,5 atau 0,37%, menjadi ditutup pada US$1.752,1 per ounce. Emas berjangka naik US$11,2 atau 0,65% menjadi US$1.745,60 dolar AS per ounce pada Selasa (19/5/), bangkit dari kerugian sebelumnya. 

"Di tengah kebutuhan yang lebih rendah untuk aset-aset safe-haven seperti emas, fakta bahwa emas terus naik perlahan-lahan berbicara banyak tentang kekuatan yang mendasarinya berdasarkan ide suntikan likuiditas di banyak negara dari bank-bank sentral dan pemerintah-pemerintah," kata Direktur Perdagangan Logam High Ridge Futures, David Meger.

"Pada catatan yang sedikit mengimbangi" adalah keuntungan dalam ekuitas didorong optimisme atas pembukaan kembali ekonomi dan permintaan konsumen yang terpendam, sementara perkembangan di sekitar tes vaksin Moderna Inc adalah "kartu liar" untuk pasar, tambah Meger.

Pasar saham naik karena harapan pemulihan ekonomi dan stimulus lebih lanjut.

Baca juga: PermataBank Sambut Bangkok Bank Sebagai Pemegang Saham Pengendali

Stimulus global besar-besaran untuk membatasi kerusakan ekonomi dari pandemi Virus Corona telah mendukung emas, yang dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan penurunan nilai mata uang.

Harga emas juga mendapat dukungan dari risalah pertemuan Federal Reserve (Fed) terbaru, dengan para anggota mengakui kemungkinan langkah-langkah dukungan lebih lanjut jika penurunan ekonomi berlanjut.

Ketua Fed Jerome Powell mengatakan kepada anggota parlemen pada Selasa (19/5) bahwa bank sentral AS itu sedang berusaha memperluas akses ke fasilitas kredit untuk peminjam tambahan, termasuk negara-negara bagian dengan populasi yang lebih kecil.

Data AS yang suram baru-baru ini, termasuk klaim pengangguran besar-besaran, telah menggarisbawahi pukulan ekonomi dari pandemi, yang telah menginfeksi hampir 4,91 juta orang secara global.

 Dolar yang lemah juga mendukung emas. Indeks dolar AS yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama saingannya, turun 0,24 poin atau 0,24%, ke level 99,14 pada 17.50 GMT.

Logam mulia lainnya, harga perak untuk pengiriman Juli naik 13 sen atau 0,73%, menjadi ditutup pada US$18,031 per ounce. Harga platinum untuk pengiriman Juli naik US$44,9 atau 5,05%, menjadi menjadi menetap pada US$934,5 per ounce. (A-2)

BERITA TERKAIT