21 May 2020, 08:25 WIB

Kreativitas Lain dari Isyana Sarasvati dalam Menyajikan Konser


Fathurrozak | Weekend

PENYANYI Isyana Sarasvati, Rabu (20/5) malam menggelar konser virtual bertajuk Lexicon+ Virtual Home Concert. Bukan saja nomor-nomor yang ada di album terbarunya itu yang dibawakan, ia juga membawakan beberapa lagu di luar album Lexicon.

Isyana tampil bersama band-nya, The Tuttis. Mereka membuka konser dari rumah dengan trek Lexicon yang penuh nuansa rock dan menaruh Isyana dalam ‘wadah’ lain sejak lahirnya album itu. Konser ini dilangsungkan secara pre-recorded. Sehingga memungkinkan untuk tampil secara full band. Dan menggabungkan materi visual dengan beberapa kolaborator.

Total, setidaknya selain delapan trek yang ada di album Lexicon yang dibawakan secara acak. Selain itu, ada enam lagu tambahan yang ditampilkan bersama kolaborator. Luruh, yang menjadi ost film Milly & Mamet, dibawakan bersama sang kakak yang juga eks Banda Neira, Rara Sekar. A Whole New World dari ost. film Disney Aladdin dibawakan bersama Gamaliel, dua lagu bersama sang pasangan Rayhan Maditra, dan dua lagu milik Iwan Fals Ijinkan Aku Menyayangimu dan Bento dibawakan duet.

Sementara itu, Gerald Situmorang yang menjadi produser untuk dua trek Lexicon (Lagu Malam Hari dan Untuk Hati yang Terluka-ost. NKCTHI), diajak Isyana untuk menampilkan Lagu Malam Hari, yang musik videonya rilis pada 2 Mei. Mad, yang berasal dari album Paradox (2017) juga dibawakan Isyana, tetapi tidak dengan para kolaborator.

Selain memboyong para musisi, Isyana juga mengajak kolaborator seni pertunjukan Drupadi.ID. Drupadi tampil saat Isyana membawakan Sikap Duniawi dan Ragu Semesta. Dalam Sikap Duniawi, para penari Drupadi lebih mengeksplorasi gerak tubuh mereka. Sementara di Ragu Semesta, lebih bermain dengan wayang dan bayangan.

Ini merupakan salah satu sajian yang menjadi nilai penting dalam konser virtual kali ini. Bukan saja musik, tetapi penonton diberikan variasi lewat tarian dan wayang yang ditampilkan saat Isyana membawakan komposisinya. Barangkali, ini menjadi versi lain dari pertunjukan Lexicon di luar panggung yang memberi alternatif lain album ini.

Seumpama tidak dilangsungkan secara pre-recorded, bisa jadi Lexicon+ Virtual Home Concert tidak akan tampil sepadat ini. Memang, penonton tidak mengalami tontonan langsung (live) Lexicon+ ini. Oleh sebab itu,  inisiatif Isyana melibatkan performans Drupadi.ID adalah keputusan yang tepat untuk memberi pengalaman lain penontonnya dalam menikmati Lexicon, sehingga bukan saja pengulangan, justru tawaran lain dalam proses kreatif baru yang dialami si musisi. (M-4)

BERITA TERKAIT