21 May 2020, 01:09 WIB

Polda Sumut Ancam Penjara Warga Nekat Mudik


Ant | Nusantara

KAPOLDA Sumatera Utara Irjen Pol Martuani Sormin menyatakan akan menghukum penjara masyarakat yang melanggar peraturan larangan mudik.

Hukumannya berupa pidana satu tahun penjara dan membayar denda sebesar Rp100 juta.

"Jika ada aparat sipil negara (ASN) yang melakukan pelanggaran, maka masing-masing instansi pemerintah itu memiliki sanksi terhadap para pelanggar mudik tersebut," ujar Martuani di Medan, Rabu (20/5).

Ia mengatakan, pelanggaran peraturan dalam pelaksanaan mudik tersebut, sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang Karantina Nasional.

Polda Sumut dalam menindaklanjuti larangan mudik dengan menyediakan 35 pos chek point di setiap perbatasan wilayah Sumut agar para pengendara kendaraan diperiksa rapid tes, serta suhu tubuhnya.

"Seluruh personel Polda Sumut yang melaksanakan tugas terutama dalam pengamanan pos chek point di perbatasan daerah Sumut dilengkapi dengan pakaian APD yang telah ditentukan, yakni helm, masker, pakaian, sarung tangan dan sepatu agar petugas tidak terinfeksi korona," imbuhnya.

Martuani menyebutkan, Polda Sumut juga rutin melakukan imbauan, baik yang bersifat preventif maupun preemtif untuk selalu melakukan peraturan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan guna mengantisipasi penyebaran korona.

"Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk selalu mengikuti peraturan protokol kesehatan pemerintah agar tidak terinfeksi Covid-19," pungkasnya. (OL-8).

BERITA TERKAIT