21 May 2020, 01:01 WIB

Greysia Polii Beberkan Alasan Dominasi Jepang di Ganda Putri


Ant | Olahraga

PEBULU tangkis Indonesia Greysia Polii membeberkan faktor yang membuat Jepang dominan di sektor ganda putri dunia.

Greysia mengaku merasakan memang telah terjadi perubahan yang signifikan dalam peta persaingan ganda putri dunia sejak 2012. Kala itu, Tiongkok masih menjadi tim yang ditakuti dalam berbagai kejuaraan tepok bulu.

Pebulu tangkis nomor delapan dunia itu mengakui bahwa dulu saat menjumpai wakil Tiongkok, dirinya mudah terintimidasi bahkan gemetar saat memasuki lapangan.

Namun memasuki 2012, Greysia yang sudah dua kali tampil di Olimpiade (2012 dan 2016) itu bercerita bahwa Jepang kini sudah mengambil alih posisi yang sempat dikuasi China. Adapun faktor yang membuat mereka berhasil mendobrak dominasi tim Negeri Tirai Bambu itu, menurut dia adalah ketekunan dan kerja keras.

"(Jepang dominan) karena ketekunan dan gaya hidup mereka. Background mereka pekerja keras dan nurut. Itu sudah jadi image mereka," kata Greysia saat melakukan telewicara di Instagram, Rabu.

Kekuatan tim Jepang memang kerap beberapa kali menggagalkan upaya Greysia Polii/Apriyani Rahayu untuk bisa naik podium.

Pada 2019 misalnya, langkah Greysia/Apriyani dihentikan oleh pasangan Mayu/Wakana di babak penyisihan grup Sudirman Cup. Nasib apes lagi-lagi menimpa mereka pada babak semifinal BWF World Championship oleh pasangan yang sama.

Kegagalan juga dialami di China Open 2019. Mereka takluk oleh Misaki/Ayaka di perempat final. Langkah Greysia/Apriyani juga harus terhenti di babak penyisihan BWF World Tour Finals 2019 oleh pasangan Yuki/Sayaka.

Kegagalan terus berlanjut di 2020 saat tampil di Kejuaraan Bulu Tangkis Beregu Asia di Manila, Filipina. Greysia/Apriyani dipaksa menyerah dua gim langsung oleh Yuki Fukushima/Sayaka Hirota.

Greysia pun tak menampik bahwa salah satu senjata tim Jepang memang berada pada kegigihan mereka saat latihan. Satu-satunya cara menghancurkan dominasi Jepang di ganda putri hanya dengan mengubah pola pikir.

"Menurut aku mereka gigih banget dalam latihan dan keseharian mereka, dan itu yang membuat mereka berbeda. Tergantung mindset kita gimana," tuturnya. (OL-8).

BERITA TERKAIT