21 May 2020, 00:00 WIB

Pelabuhan Tanjung Wangi Beri Kelonggaran Aturan Kepada Penumpang


Usman Afandi | Nusantara

JELANG Idul Fitri 2020, jumlah penumpang yang ingin menyeberang dari Pelabuhan Tanjung Wangi, Kalipuro, Banyuwangi, menuju Madura terus membludak. Menurut General Manager PT Pelindo III Tanjung Wangi, Nizar para penumpang kebanyakan pekerja yang dirumahkan atau terkena pemutusan hubungan kerja.  

Nizar mengakui pihaknya memberikan kelonggaraan persyaratan yang harus dipenuhi penumpang untuk bisa menyeberang ke Madura. Kelonggaraan tersebut terkait surat keterangan hasil rapid test bebas korona.

"Karena kita tidak ingin membebani penumpang yang merupakan pekerja terkena PHJK atau dirumahkan, kita memberikan toleransi soal surat keterangan hasil rapid test. Kita tahu biaya rapid test cukup mahal. Apalagi mereka itu tidak sendirian tapi bersama dengan keluarga," ujarnya.

Namun demikian, untuk aturan protokol kesehatan lainnya, otoritas Pelabuhan Tanjung Wangi tetap memberlakukannya. Semua penumpang diwajibkan membawa surat keterangan sehat dari puskesmas maupun rumah sakit, wajib memakai masker, serta wajib diukur suhu tubuh sesuai prosedur yang berlaku.

Selain itu, jumlah penumpang juga dibatasi setengah dari kapasitas kapal. Penumpang yang menggunakan kapal Kapal Sabuk Nusantara (Sanus) 92 yang memiliki kapasitas 400 penumpang, hanya mengangkut 200 penumpang.

"Penumpang kita batasi 50 persen sesuai surat edaran dari Kementerian Perhubungan, dan juga sesuai dengan surat dari KSOP Tanjung Wangi, maka dari itu operator kapal seperti mitra kita, yaitu PT Pelni harus membatasi penumpang tidak lebih dari 200 penumpang," tuturnya.

Salah satu penumpang, Usnul mengungkapkan ia terpaksa pulang ke Madura karena sudah kehabisan uang. "Saya pulang ke Madura, karena dua bulan di Denpasar Bali, saya tidak kerja, karena di rumahkan. Sedangkan di sana seperti tempat kos, makan, harus bayar lama-lama kan bisa habis uang saya," ungkapnya. (R-1)

 

BERITA TERKAIT