20 May 2020, 20:37 WIB

MUI Imbau Warga Sikka Dukung Pemerintah Dengan Salat Id di Rumah


Gabriel Langga | Nusantara

SEBAGAI upaya memutus rantai penyebaran virus Covid-19, pemerintah pusat melarang warganya untuk melakukan Salat Idul Fitri secara berjamaah di masjid atau di lapangan.

Kebijakan pemerintah mendapatkan respon positif dari Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, Ihsan Wahab.

Ia meminta seluruh warga muslim di Kabupaten Sikka mendukung kebijakan pemerintah mencegah terjadinya penularan virus Covid-19 dengan melaksanakan ibadah salat Idul Fitri 1441 Hijriah di rumah masing-masing.

Baca Juga: Menag: Masih Pandemi, Salat Id di Rumah dengan Keluarga Inti

"Saya sudah berikan pengumuman di seluruh masjid yang ada di Sikka untuk salat Idul Fitri dilakukan di rumah masing-masing dengan tetap
memperhatikan protokoler kesehatan dalam penanganan Covid-19," ujar Ihsan Wahab kepada Media Indonesia, Rabu (20/5).

Sebelum ada virus Covid-19, katanya, warga muslim biasanya menggunakan Lapangan Kota Baru sebagai tempat ibadah salat Idul Fitri. Namun karena pandemi Covid-19, kita harus mengikuti instruksi pemerintah.

Baca Juga: Salat Id di Rumah untuk Menghindari Pendatang

"Pemerintah telah bekerja keras dalam penanganan Covid-19. Untuk itu, saya minta warga muslim untuk membantu pemerintah dengan melakukan ibadah salat Idul Fitri ini di rumah masing-masing bersama keluarga," imbaunya.

Ihsan Wahab menambahkan, sejak adanya pandemi Covid-19 seluruh masjid di Sikka tidak ada aktivitas. Bahkan, di bulan puasa juga tidak ada sholat tarawih. (GL/OL-10)

BERITA TERKAIT