20 May 2020, 19:26 WIB

Menaker: Angka Pengangguran Sudah Bisa Ditekan Sebelum Pandemi


Suryani Wandari Putri Pertiwi | Ekonomi

MENTERI Ketenagakerjaan, Ida Fauziah, menyatakan angka pengangguran di Indonesia sudah bisa ditekan sebelum pandemi covid-19. Bahkan, tingkat pengangguran berkurang 4,99% pada Februari 2020

Namun, pandemi covid-19 menyebabkan angka pengangguran kembali melonjak. "Sebenarnya data per Februari kalau kita lihat angka pengangguran turun dibandingkan tahun lalu. Pada 2019, angka pengangguran mencapai 7,05 juta," ujar Ida dalam diskusi virtual, Rabu (20/5).

Dalam data statistik, penduduk usia kerja di Indonesia per Februari 2020 tercatat 199,38 juta orang. Jumlah itu terdiri 137,91 juta orang angkatan kerja dan 61,47 juta orang bukan angkatan kerja.

Baca juga: Kadin Prediksi Angka Pengangguran Meningkat 5,23 Juta

“Angkatan kerja terdiri dari penduduk yang bekerja sebanyak 131,03 juta orang atau 95,01%. Kemudian, pengangguran terbuka sebanyak 6,88 juta orang,” imbuh Ida.

Ida mengamini masih ada tantangan untuk menekan tingkat pengangguran. Salah satunya, dari aspek pendidikan di mana mayoritas tenaga kerja merupakan lulusan SMP.

Ekonom senior Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Faisal Basri, berpendapat kondisi ini berkaitan dengan pertumbuhan ekonomi. Dia menduga terdapat masalah mendasar pada ekonomi domestik, yang pertumbuhannya terus menurun.

Baca juga: Pelatihan Daring Kartu Prakerja Tak Akan Efektif

"Sebenarnya turunnya konsisten, makanya banyak ekonom yang bingung. Ini Indonesia pengangguran turun, padahal pertumbuhan ekonominya turun. Ini tidak begitu lazim,” pungkas Faisal.

Faisal memperkirakan persoalan itu disebabkan definisi pengangguran yang sangat longgar. "Karena definisi orang bekerja 1 jam dalam seminggu saja sudah tidak disebut menganggur, tapi statusnya bekerja," cetusnya.(OL-11)

 

BERITA TERKAIT