20 May 2020, 18:43 WIB

Lima Fraksi Minta Judul RUU Cipta Kerja Diubah


Kautsar Bobi | Politik dan Hukum

LIMA fraksi DPR RI meminta perubahan judul dalam Rancangan Undang-undang (RUU) Cipta Kerja.

Kelima fraksi adalah Partai Gerindra, PKS, Partai NasDem, PPP dan PDIP. Anggota DPR Fraksi Gerindra, Heri Gunawan, meminta regulasi sapu jagad kembali ke nama awal, yakni RUU Cipta Lapangan Kerja. Hal tersebut sesuai dengan pidato Presiden Joko Widodo pada pelantikan tahun lalu.

"Agar ini konsisten dengan apa yang disampaikan kepala negara kita. Sehingga pembahasan kita lebih nyaman," ujar Heri dalam rapat pembahasan daftar inventaris masalah (DIM) RUU Cipta Kerja, Rabu (20/5).

Baca juga: Bahas RUU Cipta Kerja Saat Pandemi, DPR Tuai Kritik

Anggota Badan Legislasi (Baleg) Fraksi Nasdem, Fauzi Amro, menyarankan untuk mengganti nama rancangan regulasi menjadi RUU Kemudahan Berusaha. Pasalnya, sebagian besar membahas kemudahan berinvestasi di Tanah Air.

"Hampir 80% RUU ini bicara tentang kemudahan investasi. Ruh tenaga kerja atau cipta kerjanya hampir tidak ada," tutur Fauzi.

Wakil Ketua Baleg DPR Fraksi PDIP, Rieke Diah Pitaloka, menyarankan untuk diubah menjadi RUU Penguatan terhadap UMKM, Koperasi dan Industri Nasional untuk Menciptakan Lapangan Kerja. Mengingat, banyak pelaku UMKM yang terdampak pandemi covid-19.

"Tidak mungkin kita menciptakan lapangan kerja jika sektor UMKM khususnya dan industri nasional tidak kuat," pungkas Rieke.

Baca juga: Pembahasan Isu Ketenagakerjaan di RUU Cipta Kerja Resmi Ditunda

Dia berharap RUU tersebut tidak hanya menciptakan lapangan pekerja, namun juga memberikan pengutan terhadap UMKM, koperasi dan industri nasional. Usulan mengubah judul RUU Cipta Kerja juga disuarakan Fraksi PKS dan Fraksi PPP. Masing-masing fraksi menyarankan perubahan nama yang berbeda.

Fraksi PKS mengusulkan nama RUU tentang Penyediaan Lapangan Kerja. Sementara itu, Fraksi PPP mengusulkan nama RUU Cipta Kesempatan Kerja dan Kemudahan Berusaha. Ketua Baleg DPR, Supratman Andi Agtas, mengatakan saat ini judul RUU tetap Cipta Kerja. Namun, ke depan tidak menutup kemungkinan terjadi perubahan judul.

"Nanti dalam pembahasan berikut, kalau ada yang tercatat tidak sesuai dengan judul klaster RUU Cipta Kerja, tentu kita akan kita bahas kembali," jelas Supratman.(OL-11)

 

 

BERITA TERKAIT