20 May 2020, 18:20 WIB

Nekat Salat Idulfitri di Masjid, Wagub: Bisa Berakhir Kematian


Insi Nantika Jelita | Megapolitan

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menegaskan kepada warga untuk tidak melaksanakan ibadah Salat Idul Fitri di masjid pada 24 Mei mendatang. Menurutnya, ancaman penularan covid-19 masih terus membayangi warga jika memaksakan ibadah secara berjemaah.

"Kami sangat khawatir ini akan menimbulkan interaksi yang berdampak tersebarnya virus covid-19 dan berakhir pada kematian. Lebih baik salat Idul Fitri di rumah," ujar Riza dalam siaran langsung instagram RMbooks, Jakarta, Rabu (20/5).

Menurutnya, seruan pelaksanaan Salat Idul Fitri di rumah juga telah dikeluarkan secara resmi oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) DKI Jakarta dan Pimpinan Wilayah Dewan Masjid Indonesia (DMI) DKI Jakarta.

Baca juga: Pemerintah Khawatirkan Gelombang Kedua Covid-19

"Kami minta dengan sangat agar masyarakat tidak perlu salat Idul Fitri di masjid atau di lapangan meski dengan menggunakan protokol covid-19. Lebih baik salat di rumah, menggunakan protokol covid-19," jelas ketua DPP Gerindra itu.

Pelarangan kegiatan di rumah-rumah ibadah pada masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) juga tertuang dalam Peraturan Gubernur Nomor 41 Tahun 2020 tentang Pengenaan Sanksi Terhadap Pelanggaran Pelaksanaan PSBB dalam Penanganan Covid-19 di DKI Jakarta.

Dalam pasal 10 disebutkan 'Setiap orang yang melanggar larangan melakukan kegiatan keagamaan di rumah ibadah dan/atau di tempat tertentu selama pemberlakuan pelaksanaan PSBB dikenakan sanksi administratif berupa teguran tertulis.'

"Salat Idul Fitri di masjid dan di lapangan bisa dilakukan tahun depan. Tahun ini kita salat Idul Fitri bersama keluarga. Mudah-mudahan suasana bagus ini tidak mengurangi makna artinya ibadah itu sendiri," pungkas Riza. (OL-14)

BERITA TERKAIT