20 May 2020, 17:49 WIB

Pemerintah Khawatirkan Gelombang Kedua Covid-19


Candra Yuri Nursalam | Politik dan Hukum

PEMERINTAH mengkhawatirkan gelombang kedua wabah virus korona (covid-19) terjadi. Hal ini dilakukan karena masih banyak masyarakat yang tak patuhi pembatasan sosial berskala besar.

"Masyarakat masih belum gitu banyak mematuhi, masih banyak, nekat, ramai, bagaimana tugas kita semua untuk bisa jamin bahwa tak ada gelombang kedua? ini sangat benar, kami juga prihatin," kata Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Doni Monardo dalam telekonferensi di Jakarta, Rabu (2/5).

Doni mengatakan saat ini masih banyak masyarakat yang mengacuhkan protokol kesehatan. Padahal, pemerintah telah gencar menghimbau pentingnya kepatuhan terhadap protokol kesehatan dalam beberapa bulan terakhir.

Baca juga :Timwas DPR Awasi Penggunaan Anggaran Penanganan Bencana Covid-19

Masyarakat diminta untuk patuh dengan PSBB dan protokol kesehatan. Setidaknya, kata Doni, untuk dua pekan ke depan.

"Kalau kita dlm dua Minggu terakhir sungguh-sungguh serius, maka kurva yang 1 bisa turun ke 0 koma sekian. artinya tingkat risiko semakin kecil," ujar Doni.

Sebaliknya, jika masyarakat terus-terusan begini situasi bisa makin buruk. Persoalan wabah virus korona ada di tangan masyarakat.

"Ini adalah waktu yang krusial buat kita. Menjelang lebaran dan akhir lebaran, sekali lagi adalah saat-saat kritis. Kalau kita ingin segera mutus mata rantai penularan, kalau kita ingin segera ke kehidupan new normal, maka dua minggu terakhir adalah waktu terbaik," tegas Doni. (OL-2)

 

BERITA TERKAIT