20 May 2020, 17:30 WIB

Pasar Murah Sembako Pemprov Sumut Dihentikan Sementara


Yoseph Pencawan | Nusantara

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatra Utara (Sumut) menghentikan sementara Pasar Murah Sembako yang digelar di Gedung Serba Guna, Jalan Pancing karena sulit menegakkan protokol kesehatan pencegahan covid-19 akibat peminat yang
membludak.

Plt Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Sumut Ridho Haykal Amal mengungkapkan Pemprov Sumut telah memutuskan untuk menghnetikan sementara pelaksanaan Pasar Murah Sembako mulai Selasa (19/5).

"Pasar Sembako Murah dihentikan sementara untuk dilakukan evaluasi terkait membludaknya warga yang datang sehingga sulit dilakukan penegakan protokol kesehatan," ujarnya, Rabu (20/5).

Untuk itu, pihaknya meminta maaf kepada masyarakat karena seharusnya program ini dilaksanakan selama lima hari yang dimulai sejak Minggu (17/5) dan berakhir pada Kamis (21/5).

Baca juga: Wakapolri Ungkap Modus Perusahaan Jasa Kurir Kirim 71 Kg Sabu

Rhido mengatakan pihaknya sangat memahami kebutuhan masyarakat terhadap bahan pokok murah dan berkualitas, tetapi dia beralasan mengingat banyaknya masyarakat yang berkerumun dan adanya pandemi covid-19, maka kesehatan harus tetap menjadi prioritas.

"Karena itu pasar murah harus kita tutup. Kesehatan lebih penting," ujarnya.

Namun, menurut Rhido, pasar murah di tiga lokasi lain tetap digelar sesuai rencana.

Pemprov Sumut melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 menggelar pasar murah di empat lokasi secara serentak, yakni di Lanud Soewondo (Eks Bandara Polonia), Batalyon Zeni Tempur 1, Rumah Dinas Wali Kota Binjai, dan Gedung Serbaguna Jalan Pancing.

Pasar murah digelar untuk membantu masyarakat yang terdampak pandemi covid-19 dan membantu UMKM yang kesulitan pada saat ini.

Total ada 12.000 paket sembako dalam pasar murah ini. Paket disiapkan Dinas Koperasi dan UMKM bekerja sama dengan beberapa mitra.

Rencana awal, pada tiap lokasi disiapkan 600 paket sembako yang bisa dibeli dengan harga murah oleh masyarakat. Namun Rhido mengaku dalam pelaksanaannya jumlah itu terpaksa dilebihkan karena banyaknya masyarakat yang datang.

Terdapat empat jenis bahan kebutuhan pokok yang dijual dengan harga di bawah pasaran, yaitu beras, gula, minyak goreng dan telur. Masyarakat yang ingin membeli harus mengikuti protokol kesehatan, yaitu memakai masker, menjaga jarak, dan cuci tangan, sebelum masuk lokasi pasar murah. (OL-14)

BERITA TERKAIT