20 May 2020, 16:50 WIB

Bupati Sunur Berterimakasih Warganya Diurus Pemkab Flotim


Alexander P. Taum | Nusantara

BUPATI Lembata, Nusa Tenggar Timur, menyampaikan terimakasih kepada Pemerintah Kabupaten Flores Timur (Flotim) yang telah mengurus warga Lembata, yang tertahan akibat kebijakan pembatasan akses transportasi dari dan menuju pulau Lembata.

Bupati Sunur berjanji akan mengirim tenaga medis ke Larantuka untuk melakukan rapid test kepada warganya, sekaligus menjemput warganya yang masih tertahan di Larantuka pada Jumat (22/5) mendatang.

Penjemputan warga Lembata menurut rencana menggunakan kapal milik Pemkab Lembata. Penjemputan warga Lembata yang hingga kini masih tertahan di Larantuka itu dilakukan karena sudah melewati masa inkubasi virus Korona, yakni 14 hari.

Menurut Sanur, Pemkab Lembata tidak mengada-ada. Segala kebijakan yang diambil untuk melindungi masyarakat. "Pemerintah tidak mengada-ada. Semuanya itu untuk kebaikan masyarakat. Kita tidak mau masyarakat kita tertular Covid-19," ujar Bupati Sunur, Ketika melounching Bantuan Tunai Sosial (BTS) di kantor  Pos Lewoleba, Rabu (20/5).

Bupati Sunur dalam kesempatan itu menyampaikan terimakasih kepada Pemkab Flores Timur yang sudah memfasilitasi warga Lembata di kota Larantuka.

"Saya ucapkan terimakasih karena sudah membantu orang Lembata yang ada di sana (Flotim). Kini sudah saatnya kita menjemput orang kita yang ada di sana dalam keadaan sehat walafiat. Wartawan juga ikut menjemput," ujar Bupati Sunur.

Kebijakan menjemput warga Lembata di Larantukapun disambut gembira warga Lembata yang kini masih tertahan di Larantuka, Korvandus Sakeng.

"Saya pikir itu langkah Pemkab Lembata memproteksi warganya.Saya mengapresiasi sikap pemkab menjemput kami yang masih tertahan di Larantuka. Sekaligus mengurai konflik kedua pemkab," ujar Korvandus Sakeng.

Sementara Bupati Flotim Anton Hadjon menjelaskan, terdapat lebih dari 30 warga Lembata yang kini diurus pihaknya. Warga Lembata itu dibiayai penginapan dan makan minum di Flotim selama sebulan.

Sebelumnya hubungan kedua pemkab yang bertetangga itu memanas setelah Bupati Lembata Sunur tidak membalas surat permintaan Pemkab FLotim untuk menjemput warga Lembata di Larantuka.

Setelah itu, Bupati Lembata menyampaikan kepada wartawan bahwa Pemkab Flotim menolak KM Torani, Kapal milik Pemkab Lembata yang mengangkut 13 sampel Swab asal Lembata untuk diterbangkan dari kota Maumere. Soal ini dibantah Bupati Flotim, Anton Gege Hadjon.

Menurut Hadjon, pihaknya tidak pernah menolak KM Torani yang mengantar sampel Swab ke Maumere, Namun dirinya hanya meminta agar KM Torani yang sudah tiba di Larantuka itu membawa pulang warga Lembata yang tertahan di Larantuka selama lebih dari sebulan.

Warga Lembata berharap hubungan Kakak beradik (Lembata dimekarkan dari Kabupaten Flotim-red) itu tidak lagi memanas karena upaya menangkal wabah virus Korona yang terus mengganas. (OL-13).

BERITA TERKAIT